Hati-hati dalam Memilih Travel untuk Perjalanan Haji atau Umroh


Seorang teman baru saja mendapat berita kurang menyenangkan, niatnya untuk berangkat Umroh ke Tanah Suci gagal dikarenakan perusahaan travel yang dipilihnya tidak profesional sehingga Visa ke Arab Saudi tidak kunjung terbit sampai dengan keberangkatan. Akibatnya juga, sampai saat ini (H+7 setelah ia berangkat) teman saya dan keluarga; serta 48 jamaah lainnya masih terlantar di Batam untuk menunggu dipulangkan. Detikdotcom juga memberitakannya di sini.

Hal di atas sebenarnya bukan hal yang pertama kali terjadi. Sudah banyak kasus menimpa calon jamaah haji dan/atau umroh yang gagal berangkat dikarenakan perusahaan travel sebagai penyedia jasa tidak profesional dalam mengelola akomodasi untuk calon jamaah. Namun, risiko tersebut sebenarnya sudah dapat kita ukur dari awal. Beberapa hal ini saya dapatkan informasi nya langsung dari teman saya yang saya ceritakan di atas, semoga hal berikut ini bisa menolong kamu yang nantinya akan memilih travel untuk beribadah haji dan/atau umroh. 
  1. Hati-hati dengan yang namanya, 'bayar sekarang berangkat tahun depan'. Hal ini sangat jelas menunjukan bahwa perusahaan travel sebenarnya tidak punya uang. Jadi skemanya dia menggunakan uang kamu yang telah disetorkan saat ini untuk memberangkatkan jamaah yang telah masuk antrean sebelum kamu, begitu seterusnya. Uang juga akan diputar untuk kebutuhan operasional perusahaan lainnya atau bahkan mengembangkan bisnis. Konsep ini secara awam sering diistilahkan dengan gali lobang tutup lobang. Masalah mulai timbul saat target tahun tertentu tidak terpenuhi, pengelolaan keuangan kacau, uang digunakan perusahaan untuk mengembangkan usaha namun gagal, dan lain sebagainya. Sehingga pada akhirnya perusahaan tidak memiliki uang lagi untuk mengurus perjalanan, visa, dsb untuk keberangkatan dan menyebabkan calon jamaah terlantar.
  2. Hati-hati dengan harga murah. Saya tidak menyukai ini sebenarnya. Karena 'murah' itu sebenarnya sangat relatif. Murah bagi kamu belum tentu murah bagi yang lain. Tapi yang harus dipastikan adalah, kalau kamu berangkat di bulan tertentu seperti Rajab dan Ramadan biaya umrohnya pasti lebih tinggi dibanding bulan lainnya, dan waktu kunjungan ke sana pun sangat dibatasi maka visa yang diberikan biasanya hanya 10 hari. Jadi kalo ada promo dari perusahaan travel yang menawarkan harga diskon di bulan-bulan tertentu seperti Ramadan itu harus kamu curigai. Karena di bulan itu justru harga tinggi dan kunjungan pun terbatas.
  3. Hati-hati kalau harus mengangsur kepada perusahaan travel. Perusahaan travel banyak menggunakan sistem angsuran sebagai jalan untuk jamaah-jamaah yang sangat ingin berangkat umroh/haji namun saat ini belum memiliki dana yang cukup. Hal tersebut sebenarnya sangat membantu namun juga berbahaya. Hal yang menurut saya tidak perlu dilakukan, saya lebih menyarankan jika ingin berangkat ya menabung saja dulu sendiri. Namun, kalaupun harus menyicil saya tidak menyarankan kamu melakukannya dengan perusahaan travel. Karena sekarang sudah banyak Bank Syariah yang menawarkan produk Haji dan Umroh kepada nasabahnya. Hal yang menurut saya lebih aman dilakukan karena Bank pasti telah menjalin kerjasama dengan perusahaan travel terpilih untuk memberangkatkan jamaah, sehingga jikapun kamu harus menganggsur uang tersebut dikelola oleh Lembaga Keuangan Bank yang diawasi oleh Otoritas seperti BI dan OJK. Pemerintah pun sebenarnya sudah mengarahkan hal ini sejak lama yang mana diawali dengan pembayaran haji hanya dapat dilakukan di Bank Syariah BUMN (BRISyariah, BNI Syariah, Bank Syariah Mandiri, BTN Syariah). 
Jadi, selalu hati-hati dan perhatikan informasi penting di media sebelum kamu memilih perusahaan travel untuk keberangkatan ibadah haji dan umroh. Banyak hal materil dan imateril yang mungkin akan dikorbankan jika sudah terjadi masalah dalam keberangkatan haji dan umroh. Selalu berdoa dan jika kamu punya tips berguna lainnya bisa ditambahkan di kolom komentar di bagian bawah blog ini.