Donald Trump dan Kulit Putih yang Resah

Picture by Raichu.Copper

Saya heran kenapa pada kaget Trump jadi presiden terpilih United States, dan saya juga heran kenapa orang Indonesia ikut-ikutan panik begitu dengar berita kalau Donald Trump lah yang memenangkan pemilihan Presiden di United States.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Menurut saya wajar saja warga US mau menjadikan Trump presiden, lebih karena warga US udah jengah dipimpin sama orang Demokrat (Obama)... Terus kali ini Demokrat diwakilin sama seorang Hillary. Well, kedua calon memang bukanlah calon yang baik. American have to choose among the worst! Ya mereka mending pilih Donald Trump ajalah. Bukan karena Trump nya tapi karena doi orang Republik. 

Terus kenapa Obama/Hillary bisa kalah? Semua karena faktor ekonomi. Agenda besar Obama/Hillary adalah globalisasi dengan membuka perjanjian free trade seluas-luasnya ke banyak negara. Dengan adanya kebijakan ini, maka nantinya yang akan diuntungkan adalah kalangan pengusaha dan Wall Street. Nantinya, pengusaha bisa dengan bebas melakukan invasi usaha ke banyak negara dan membuka tempat produksi di luar United States karena biaya tenaga kerjanya jauh lebih murah kalo produksi di luar US. Akibatnya banyak buruh yang di PHK dan pabrik-pabrik di dalam negeri tutup. Hal serupa sebenarnya udah terbukti sejak disahkannya North American Free Trade Agreement (NAFTA) pada era nya Bill Clinton. Akibatnya? Ya Serikat Buruh US yang biasa milih Republik justru berbalik dukung Trump. Serikat Buruh yang memilih Trump ini sebagian besar adalah orang kulit putih yang udah tua-tua dan sedang resah kalo kebijakan free trade dibuka selebar-lebarnya, mereka tersebar di Rust Belt States. Trump mungkin rasis dan kebijakan-kebijakannya bakal mengakibatkan global warming besar-besaran but they don't give a f*ck, yang penting ya selamatin perut masing-masing dulu dan mereka bisa dapatkan kerjaan lagi.

Demografi Pemilih US Secara Umur

Banyak yang khawatir karena waktu kampanye Trump pernah bilang kalau dia Anti-Muslim. Padahal apa yang dilakukan Trump belum ada apa-apanya dibandingkan apa yang telah dilakukan Presiden Obama selama menjabat alias Trump sih baru ngoceh doang. Yang mungkin saja itu adalah salah satu jurus kampanye nya Trump supaya dapet perhatian. Anehnya, orang-orang justru terlihat tidak peduli dengan Presiden Obama yang sudah jelas-jelas terbukti Anti-Muslim karena doi udah ngebom Muslim dimana-mana. Obama sih cuma bagus kalo pidato di TV doang. Selebihnya? Meh! Dia bahkan lebih buruk dari Bush. Selama menjabat, Obama udah ngebom Syria, Irak, Afghanistan, Pakistan, Libya, Somalia, Yaman, Sudan. 



Walaupun berwajah innocent, Obama adalah Presiden US pertama yang menciptakan perang drone. Karena baginya humanity yang penting tidak ada prajurit US yang terluka. Humanity my a*s. Di awal kepemimpinannya Obama memberi banyak harapan, tapi di akhir yang dia beri sama sekali tidak ada yang baik. Jadi, bagi saya siapapun yang memimpin US, dari dulu ya politik Amerika akan begitu-begitu saja, dengan propaganda dan segala idiocracy-nya persis seperti apa yang telah disampaikan Green Day di album American Idiot. Hanya kemasannya saja yang berbeda. Kalau kalian bilang Obama lebih baik dari Bush, sepertinya kalian telah termakan propaganda, ada baiknya baca informasi dari berbagai sudut. American will always be American, mereka ngga akan pernah peduli pada kepentingan kalian. 😊

No comments:

Post a Comment