Movie Review in Flash Fiction - Star Wars: The Force Awakens


Sedikit banyak mungkin tulisan dibawah ini mengandung Spoiler untuk film Star Wars: The Force Awakens. Sebaiknya jangan lanjutkan membaca kalau Kamu belum menontonnya.

Tidak ada yang terlalu berbeda dari sosok Hecter malam ini. Selepas pulang dari menonton bioskop, dia meletakan jaket di bahu kursi kemudian menghirup perlahan kopi yang telah dibuatnya. Dari sisa sobekan tiketny, aku tahu dia baru saja menonton Star Wars: The Force Awakens. Salah satu film yang telah lama dia nantikan, bahkan sejak awal trailernya disebar di internet Hecter sudah menyusun tanggal dan mood yang baik untuk menonton film tersebut. 

Star Wars: The Force Awakens Poster

'Jadi bagaimana film The Force Awakensnya?'

'Film yang indah.'

'Indah? Padahal aku mengharapkan kata yang lebih dari indah, misalnya seru, atau keren. Jangan bilang kalau The Force Awakens hanya menampilkan keindahan luar angkasa namun membosankan macam Gravity!'

'Ah tidak begitu, Kawanku. Gravity nggak jelek-jelek amat kok. Jadi begini. The Force Awakens adalah film yang lebih dari seru, keren, luar biasa, dll. Makanya aku memilih kata indah untuk menggambarkannya. Mungkin Kamu masih ingat akhir dari film Star Wars episode VI dimana Luke Skywalker berhasil mengalahkan The Lord of the Dark Side, Darth Vader.'

'Oh. Tentu saja aku ingat original trilogy Star Wars tersebut. Episode IV, V, dan VI adalah sebuah awal yang membuat orang mengenal Star Wars.'

'Setelah pertempuran tersebut orang-orang pasti mengira bahwa Dark Side of the Force telah lenyap dan seluruh galaksi bisa hidup dalam kedamaian. Luke Skywalker (Mark Hamill) yang merupakan Jedi yang dapat menyeimbangkan The Force dalam hidupnya selanjutnya diceritakan terus melatih generasi Jedi baru agar Sisi Gelap yang dianggap punah tidak kembali bangkit dan perdamaian terus tercipta di semua sistem. Namun ada saja kekuatan gelap yang bangkit.'

'Ya, aku mulai paham. Berarti The Force Awakens ini pasti mengambil cerita maju 30 tahun setelah duel yang dilakukan oleh Luke Skywalker?'

'Iya, tepat sekali, Kawanku! Disini J.J Abrams sang sutradara dengan cerdas menggabungkan elemen lama yang khas Star Wars dan juga menyisipkan bumbu-bumbu cerita baru untuk maju ke episode VIII dan bahkan IX. Jadi, buat penonton baru tetap bisa menikmati film ini bahkan tanpa harus menonton semua episode Star Wars terdahulu. Hal berbeda tentu akan dirasakan oleh fans setia Star Wars. Rasa nostalgic pasti akan amat terasa di The Force Awakens ini. J.J Abrams memulai trilogi Star Wars baru ini hampir sama saat ketika dulu George Lucas memulai triloginya dengan Star Wars Episode IV: A New Hope. Aku merasakan feel yang hampir sama ketika dulu menonton A New Hope. Sebenarnya bisa menjadi bumerang bagi Abrams, karena bisa saja fans mengutuki gaya Abrams yang terkesan tidak kreatif tersebut. Tapi Aku bisa memakluminya, bagaimanapun aku menikmati film ini bahkan di akhir film ini mampu membuatku sedih dan memberikan tepuk tangan meriah.'

'Hey, jangan bercerita terlalu banyak. Aku masih baru akan menonton film ini di akhir pekan. Oke bagaimana soal kualitas akting para aktor-aktris baru di film ini?'

Hecter berdiri sebentar dan merapikan buku di mejanya yang menurutnya dirasa tidak pas posisinya. 

'Terbaik! Akupun kagum dengan penampilan mereka. Ketika selesai menonton, kusempatkan browsing nama-nama pemain dalam The Force Awakens dan mereka adalah artis-artis yang belum banyak bermain di film kelas A, kecuali pemain-pemain lama seperti Harrison Ford tentu saja. John Boyega yang berperan sebagai Finn adalah salah satu scene stealer yang membuat nuansa petualangan di The Force Awakens sedikit mencair dengan beberapa candaan darinya. Sementara itu Daisy Ridley yang berperan sebagai Rey telah menjadi jagoan wanita favoritku dari semua film yang menjadikan wanita sebagai jagoan utamanya. Berangkat dari orang yang biasa-biasa saja menjadikan peran Rey tidak terlalu rumit untuk dipahami. Satu lagi yang tidak boleh dilupakan tentu sang villain utama, Kylo Ren yang diperankan oleh Adam Driver. Adam sukses memerankan sosok Kylo Ren yang jahat namun juga terkadang kurang percaya diri dengan kekuatannya. Namun, BB-8 juga tidak boleh dilupakan, sosoknya yang bulat membuat siapapun pasti ingin membeli mainannya.'

Run, Droid, Run!

'Apa yang paling Kamu sukai dari film ini?'

'Perpindahan antar scene yang cepat. Ya, Star Wars: The Force Awakens biarpun menggunakan nama Star Wars dia rilis di tahun 2015, tidak bisa lagi menggunakan gaya penceritaan a la film sebelumnya, dalam The Force Awakens penonton disajikan cerita dan peperangan yang terus mengalir tanpa ada satu scene pun yang terbuang percuma. Sehingga penonton tidak akan kebosanan menonton film ini meskipun dengan durasi yang cukup panjang. Tenang, tidak seperti episode I, II, III yang terasa amat bertele-tele karena menyajikan banyak permasalahan politik di dalamnya, The Force Awakens akan tetap memasukan unsur itu namun dengan porsi yang tidak terlalu banyak dan terasa pas.'

Who are you?

'Hey, seberapa besar Kamu akan merekomendasikan film ini ke orang lain?'

'Aku pasti melakukannya. Jangan takut tidak mengerti film ini hanya karena belum menonton Star Wars terdahulu, semua bisa masuk ke dalam film ini mengingat The Force Awakens adalah sebuah film tentang masa lalu dan juga awal trilogi baru Star Wars. Ya, The Force Awakens adalah film yang masih banyak menyimpan misteri yang belum dijelaskan, tebakanku baru akan diceritakan di Episode VIII dan IX. Misalnya tentang sosok Poe Dameron yang diperankan Oscar Isaac.'

'Baiklah aku akan menonton film ini dengan segera.'

'Iya, dan pastikan Kamu menjauhi segala bentuk spoiler yang ada. Karena ada spoiler besar yang akan terus Kamu ingat di The Force Awakens.' Hecter menutup perbincangan sambil menghirup kopi terakhirnya untuk hari itu. 

*
PS: Ini adalah pertama kali saya mencoba menulis ulasan film menggunakan gaya penceritaan seperti cerpen, dimana disini tokoh utama saya beri nama Hecter. Mungkin Hecter adalah tokoh yang akan terus saya pakai di tulisan-tulisan saya lainnya. Sampai jumpa! ;)

1 comment:

  1. Star wars yang ini ga begitu seru-seru amat dibandingkan film yang lain yang muncul tahun yang sama dengan star wars yang ini

    ReplyDelete