(Movie Review) Avengers: Age of Ultron - Banyak Robot, Namun Humanis


Well saya akan mengawali ulasan ini dengan sebuah peringatan bahwa review ini sangat mungkin mengandung SPOILER. Jadi kalau Kamu belum menonton film Avengers: Age Ultron saya sarankan untuk berhenti membaca sampai disini. Karena hal itu akan sangat mengurangi kualitas subjektif film itu kepada dirimu nantinya.

Berbeda dengan awal film Avengers pada tahun 2012 lalu, adegan dalam film Avengers: Age of Ultron langsung diawali dengan berkumpulnya para hero untuk mengambil 'tongkat' milik Loki yang telah cukup lama berada di markas Hydra dan menjadi semacam objek penelitian yang mereka kembangkan. Selain bertemu pasukan Hydra, para Avengers juga dihadapkan dengan ancaman baru lagi dari objek penelitian Hydra, yaitu si kembar Maximoff (Quicksilver & Scarlet Witch). Quicksilver yang diperankan oleh Aaron Taylor-Johnson atau dalam film ini hanya disebut sebagai The Blurred digambarkan sebagi manusia super yang mampu berlari cepat, sementara saudarinya, Wanda/Scarlet Witch (Elizabeth Olsen) adalah manusia super yang mampu mempengaruhi pikiran manusia (SPOILER! Bahkan dewa seperti Thor).

Avengers: Age of Ultron Poster

Setelah berhasil merebut tongkat keramat tersebut, Tony Stark berencana mengembangkan sesuatu bersama Bruce Banner dari apa yang dilihatnya di dalam tongkat tersebut. Sesuatu yang tujuannya adalah untuk menjaga perdamaian dunia. Sesuatu yang tujuannya membuat manusia yang 'lemah' menjadi terlindungi dengan kehadiran robot-robot baik di dunia ini, atau yang disebut Ultron. Namun, belum selesai penelitian yang dilakukan, Ultron yang masih 'setengah matang' ini bangkit dengan menggunakan tubuh/puing-puing Iron Man yang rusak. Lalu, sebenarnya apakah yang diinginkan para Ultron? Bagaimanakah tim Avengers harus mengalahkan Ultron sekaligus menekan ancaman dari Quicksilver dan Scarlet Witch?

Emmh... rame ya!

Avengers: Age of Ultron ini akan benar-benar membagi Kamukepada dua kubu yang berbeda. Beberapa orang akan bilang Avengers kedua ini sangat jelek, dan yang lainnya tentu akan bilang Avengers kedua ini sangat bagus. Jawaban saya? tergantung ekspektasi apa yang kamu harapkan sebelum menonton. Ya, jawabannya ada pada diri Kamu sendiri.

Bagi saya ini adalah film Avengers yang SANGAT BAGUS! Well, mari kita coba lihat ini secara objektif.

Pertama plot cerita yang ditawarkan oleh Avengers: Age of Ultron adalah plot yang sangat matang dimana akan banyak sekali easter egg yang ditebar oleh Josh Whedon untuk phase selanjutnya, biarpun MCU phase kedua ini baru akan ditutup oleh film Ant-Man. Buat kamu yang belum akrab dengan istilah phase dalam dunia Marvel, itu semacam bab kalau buku. Jadi ada 3 phase yang sudah direncanakan Marvel untuk dunia cinematic nya: Phase Pertama mulai dari film Iron Man (2008) dan ditutup dengan The Avengers (2012); Phase Kedua dibuka oleh Iron Man 3 (2013) dan akan ditutup oleh Ant-Man yang telah memasuki masa post-production; selanjutnya Phase Ketiga nanti akan dibuka Captain America: Civil War (2016) dan ditutup oleh Inhumans (2019).

Kemudian untuk karakter saya suka semua karakter yang ada di film ini! Semua hero mendapatkan porsi yang pas di film ini, berbeda dengan The Avengers pertama. Tepuk tangan untuk Josh Whedon yang berhasil bagi rata tiap karakter sehingga tidak terlalu Stark-ish seperti Avengers sebelumnya. Satu lagi point penting di film Age of Ultron yang notabene akan ada banyak robot bertebaran, Whedon mengimbanginya dengan memberi porsi yang besar untuk 'manusia biasa' di film ini seperti Hawkeye dan Black Widow. Saya senang akan hal tersebut sehingga saya tidak sampai muak melihat robot-robot yang seperti nyamuk jumlahnya.

'There are no strings on me!!!'

Satu lagi yang menjadi highlight adalah penggambaran Ultron itu sendiri. Beberapa orang kecewa berat karena Ultron tidak se-seram yang mereka kira. Jawaban saya ya memang ada perbedaan mencolok kalau Kamu melihat Ultron yang ada di trailer dengan Ultron yang ada di film. Tapi sebenarnya di komik pun Ultron digambarkan sebagai anak tiri dari Tony Stark dan Ultron memiliki karakter yang slengean mirip dengan Iron Man, mereka sama sekali tidak menyeramkan! Ultron adalah robot-robot yang kebingungan, yang diciptakan untuk menjaga dan melindungi manusia. Namun karena bingung, akhirnya mereka menganggap bahwa manusia yang lemah harus dimusnahkan untuk membuat generasi baru yang lebih kuat.

Sekali lagi, saya sangat suka dengan film Avengers: Age of Ultron! Karena saya berangkat ke bioskop dengan refrensi yang sangat sedikit. Saya menghindari segala bentuk trailer (kecuali satu, yang selalu diputar di bioskop), saya menghindari segala bentuk hal yang berhubungan dengan film ini sebelum menonton sehingga saya orgasme melihat begitu banyak easter egg yang ditebar.

Eits, walaupun begitu film ini bukan hadir tanpa cacat. Satu yang masih kurang membuat saya puas adalah akting Elizabeth Olsen sebagai Scarlet Witch yang masih terlihat keliru menggunakan logat Sokovia di beberapa scene, namun hal itu sama sekali tidak mengurangi kualitas akting dia secara keseluruhan. Satu hal lagi yang mungkin terasa sangat dipaksakan atau terlalu buru-buru adalah perginya Thor untuk 'mandi wajib' dan menemukan arti penglihatan yang dia lihat tentang infinity stone, hal tersebut akan membuat penonton awam pasti kebingungan. Beberapa malah bilang disitu Thor hanya ingin pamer dada. Untuk product placement sponsor sebenarnya cukup distracted namun tidak terlalu ketara kalau Kamu tidak begitu memperhatikannya, karena semuanya digambarkan dengan cepat sehingga saya pun masih maklum dengan iklan yang bertebaran di beberapa scene film ini.

Kamu tuh... duh... cakeup amat ya!

So my verdict is, kalau Kamu ingin membenci film ini dan membandingkan film ini dengan Avengers pertama menurut saya itu tidak fair. Karena film ini menggunakan pendekatan yang sangat berbeda, Avengers: Age of Ultron lebih menggali sisi humanis dan karakter yang sebelumnya tidak terlalu tergali. Satu-satunya hal yang membuat film ini jelek adalah ekspektasi yang salah tentang Ultron saat Kamu menontonnya akibat terlalu banyak melihat trailer nya. Film ini tidak terlalu fun seperti Avengers pertama? Jawabannya bisa jadi iya, namun satu hal yang perlu diingat disini pembagian humor nya justru sangat pas dan merata tidak ditebar dalam satu scene saja. Film ini lebih dark dan Kamu tidak suka? Tidak kok, film ini sangat-sangat fun bagi saya. Kalau Kamu anggap film ini sangat dark coba Kamu tonton serial Netflix nya Marvel, Daredevil. Film ini bisa jadi sangat jelek atau biasa saja bagi Kamu, tapi inilah film superhero yang sangat matang dan mempertimbangkan semua hal dari narasi, aksi, hingga sisi-sisi kemanusiaan yang bahkan Christoper Nolan dengan The Dark Knight Trilogy nya tidak punya.