(Movie Review) Mad Max: Fury Road - Bertahan Hidup, atau Mati!


Setelah Avengers: Age of Ultron, lalu apa?
Mungkin beberapa orang memiliki pertanyaan itu setelah menonton Avengers 2 di bioskop, tenang, tahun 2015 masih panjang... dan sambutlah sebuah film spektakuler di bulan Mei ini, yup! MAD MAX: FURY ROAD!

Mad Max: Fury Road adalah film Mad Max keempat yang tayang setelah 30 tahun berlalu. Pada awalnya, film Mad Max hanyalah film action berbudget rendah yang isinya sekumpulan mobil dan anak geng motor. Namun, setelah dibuat sequelnya yang berjudul Mad Max: The Road Warrior pada tahun 1982 lalu, pamor Mad Max menanjak dan semua orang pada jaman itu suka dan mengingat film itu. Selang beberapa tahun kemudian, sang sutradara George Miller membuat film Mad Max ketiga yang diberi nama, Mad Max: Beyond Thunderdome. Ya, semua elemen yang ada di film ketiga ini terlihat lebih besar dari dua film sebelumnya, dari geng motor, kejar-kejaran kendaraannya, hingga setiap elemen pertempuran yang ditampilkan. 

Mad Max: Fury Road Poster

Sudah 30 tahun berlalu sejak film ketiga Mad Max... dan pada 2015 ini Mad Max kembali tayang di layar bioskop. Masih dengan George Miller sebagai sutradara, dan umur dia sekarang 70 tahun! Beberapa orang termasuk saya, awalnya sempat meragukan kualitas film Mad Max ini. Bagaimana tidak, sebuah sekuel yang dibuat setelah 30 tahun lamanya menurut saya akan sangat sulit untuk dapat dicintai lagi oleh penonton lama dan mampu diterima oleh penonton baru secara bersamaan. Namun, setelah menyaksikan Mad Max saya yakin sutradara George Miller is a Truly Genius! Dia tidak hanya membuat penonton lama jatuh hati lagi dengan Mad Max, namun ia mampu membuat penonton baru mengerti film ini.
 
Yup, saat menonton, Kamu tidak perlu takut kebingungan karena George Miller membuat film Mad Max ini berdiri sendiri dari ketiga film Mad Max sebelumnya. Untuk penonton lama yang sebelumnya pernah menonton film Mad Max tentu juga akan dibahagiakan, karena semua elemen Mad Max yang pernah ada tidak dihilangkan, bahkan jauh lebih gila di film ini! Namun, satu hal yang pasti film ini tetap akan membagi penonton kepada dua kubu orang yang benar-benar jatuh hati kepadanya atau orang yang bakal bilang ini adalah film yang aneh.

What a Lovely Day!

Max Rockatansky (Tom Hardy), adalah seorang survivor setelah sebuah peristiwa besar yang membuat seluruh tatanan bumi ini hancur lebur, atau sebuah kiamat kecil akibat sebuah perang nuklir. Namun, Max bukanlah satu-satunya survivor dari kejadian tersebut. Masih banyak orang-orang yang berhasil selamat dan membentuk suatu peradaban di tempat yang sekarang hanya terlihat seperti hamparan gurun yang sangat luas bernama Citadel. Immortan Joe, adalah seorang pemimpin dari kelompok yang berdiam di Citadel ini. Pada dasarnya setiap pengikut dari Immortan Joe disebut War Boys, mereka akan menjarah apapun untuk diberikan kepada sang Immortan Joe. Para War Boys memakan apa  saja, dan melakukan apa saja untuk bertahan hidup, salah satunya mereka menangkap Max untuk dijadikan "Kantong Darah" karena seorang anggota War Boys ada yang kekurangan darah. Adalah Imperator Furiosa (Charlize Theron) yang ditugaskan untuk mengambil sebuah persediaan minyak tiba-tiba mengambil sisi lain dari jalan panjang ditengah gurun pasir yang luas. Apa sebenarnya yang dituju oleh Imperator Furiosa? Lalu, bagaimanakah kemudian Max bisa keluar dari sanderaan para War Boys?

VALHALLA IS WAITING FOR ME!!!

Setelah 15 menit awal film kita disuguhi oleh cerita pembuka yang sedikit lambat, selanjutnya George Miller menghadirkan kepada kita sebuah aksi kejar-kejaran yang hampir tanpa henti. Jika pun ada jeda aksi itu semata-mata ditujukan untuk pengembangan karakter. Menonton aksi yang luar biasa dan benar-benar gila di film ini adalah sebuah hal yang menurut saya akan sulit ditandingi oleh film-film lain yang akan datang di summer 2015 ini. Semua aksi kejar-kejaran dan perang antar geng ditampilkan secara gila tanpa tanggung-tanggung, bahkan dari beberapa media saya baca kalau film ini sangat minim CGI! Artinya kalaupun hancur ya benar-benar hancur, dan orang yang memainkan peran pun benar-benar terlibat tanpa efek-efek tertentu!

Penampilan Tom Hardy sebagai Max tidak perlu diragukan sedikitpun. Walaupun Max adalah karakter yang jarang berbicara, namun Tom Hardy mampu menampilkan setiap gerak dan mimik dari Max dengan begitu sempurna. Peran Hardy diimbangi oleh Charlize Theron sebagai Furiosa, yang karakternya adalah seorang wanita petarung yang juga memiliki sisi manusia dengan porsi yang besar. Sementara itu, Hugh Keays-Byrne yang memerankan Immortan Joe juga memerankan perannya sebagai THE NUMBER ONE BADASS VILLAIN dengan apik!

HAIL, IMMORTAN JOE!!!

Saya tidak setuju kalau ada yang bilang menonton Mad Max saksikan saja aksi gilanya tanpa berpikir apa-apa, yang pentik nikmatin saja aksinya. SALAH! Mad Max adalah film yang komplit, bagaimana sebuah film aksi dibalut dengan lapis-lapisan cerita yang pelan-pelan terungkap sepanjang jalannya film, bagaimana sebuah wilayah hancur lebur karena peristiwa tertentu, dan bagaimana orang-orang yang hidup atau berhasil bertahan dari bencana itu akhirnya membentuk sendiri peradaban mereka dengan sistem a la mereka sendiri. Immortan Joe adalah salah satu contoh pemimpin yang memimpin tidak hanya kejam namun diatas itu dia adalah Tuhan, yang mana dengan perannya tersebut dia bisa berbuat dan memerintah apapun, bahkan bersabda (ada yang ingat quotes Immortan tentang air di scene awal?). Juga bagaimana disini George Miller seakan menyindir tentang gender. Kita lihat bagaimana para perempuan dijadikan alat oleh Immortan Joe untuk berkembang biak. Namun dengan penderitaan yang diterima, para perempuan juga tetap diharuskan mengambil andil saat perang, ditembak, ditombak, dan dikejar sampai akhir, karena pilihannya adalah hanya bertahan hidup atau mati, apapun dan siapapun kalian.

Don't Mess With The Girls!

Well, pada akhirnya harus saya katakan bahwa film Mad Max: Fury Road adalah film action TERBAIK yang saya saksikan di tahun ini! Semua elemen dari kejar-kejaran, perang, drama keluarga, dan-lain-lain-dan lain-lain nya membuat saya sulit untuk tidak jatuh cinta dengan film ini. Namun saya tidak akan menyalahkan jika Kamu melihat Fury Road sebagai film yang aneh. Karena seperti layaknya film Cabin in the Woods, atau Pulp Fiction, biarpun film ini begitu apik tetaplah ini bukan film yang bisa diterima dengan mudah untuk semua orang. WITNESS!!!