(Movie Review) Interstellar - Perjalanan di Luar Angkasa

Pada awalnya, saya bukanlah seseorang yang begitu peduli akan sebuah faktor-faktor pendukung dari sebuah film. Saya tidak pernah peduli siapa sutradara film tersebut, siapa para aktor didalamnya, dan siapa yang menggarap musik didalam film bersangkutan. Sampai akhirnya kegemaran saya menonton film dan mencari film-film membawa saya berkenalan dengan siapa itu Christopher Nolan, siapa itu Jonathan Nolan, siapa itu Michael Caine dan juga nama besar seorang Hans Zimmer. Dan setelah tahu nama seorang Christopher Nolan melalui film Trilogi manusia kelelawar, saya mulai mencari-cari film yang juga disutradarai oleh Nolan, seperti Following, Memento, Insomnia, The Prestige, The Dark Knight Trilogy, sampai Inception. Saya kemudian melihat film selanjutnya dari sang sutradara yang berjudul Interstellar, yang menarik dalam film ini adalah Christopher Nolan kali ini bermain-main dengan perjalanan di luar angkasa, well menurut saya ini sedikit berbeda dengan film-film Nolan sebelumnya yang biasanya menggambarkan pemeran utama yang depresi, seorang pembunuh, dan bahkan seorang superhero yang digambarkan secara kelam. Lalu, bagaimanakah kisah perjalanan luar angkasa yang disutradarai oleh Nolan ini?

Sebelum membaca lebih lanjut, perlu saya peringatkan bahwa review ini saya tulis dengan anggapan bahwa beberapa dari Kamu telah menonton filmnya. Karena mungkin saja ada beberapa kalimat dalam review ini yang akan memberikan spoiler tentang ceritanya, walaupun dalam menulis sebisa mungkin saya mencoba untuk tidak menceritakan hal yang bisa mengganggu esensi saat anda menonton.

The Poster

Matthew McConaughey berperan sebagai Cooper  yang tinggal dirumah yang berada ditengah gurun dan lahan jagung bersama ayahnya (John Litgow), putranya Tom dan putrinya Murph. Cooper adalah seorang pilot NASA yang telah beralih profesi sebagai seorang petani pada pertanian jagung (well, tolong jangan samakan petani jagung disini dengan petani jagung disana). Dengan penggambaran singkat pada paruh pertama film ini Kamu akan mendapatkan pengertian bahwa keadaan ditempat Cooper dan keluarganya tinggal tidaklah begitu baik, bencana lingkungan diikuti oleh kelaparan, dan kemanusiaan yang mungkin akan sangat sulit bertahan ditempat seperti itu atau mungkin beberapa tahun lagi akan menyebabkan kepunahan.

Keadaan yang seperti itu memaksa beberapa orang yang dalam hal ini adalah beberapa ilmuwan untuk memikirkan bagaimana caranya agar manusia yang saat ini berdiam di bumi dapat bertahan dari ancaman kepunahan. Well, di film ini melalui beberapa dialog antara Cooper dan ayahnya digambarkan bahwa memang keadaan bumi sudah sangat sulit, bencana dimana-mana. Pemikiran akhirnya sampai bahwa salah satu cara untuk menyalamatkan manusia dari bahaya kepunahan di bumi adalah bukan dengan menyelamatkan bumi, tapi meninggalkan bumi dan pergi ke planet lain. Well, sedikit gila memang, apa betul diluar sana ada planet yang layak ditinggali? Jawabannya iya, NASA telah mengirimkan orang kesana dan salah satu yang berhasil mengirim sinyal ke bumi dan berusaha mengkonfirmasi bahwa ada satu planet yang layak ditinggali adalah Dr. Mann (Matt Damon). Professor Brand yang meneliti tentang proyek ini kemudian memutuskan untuk mengirimkan lagi orang kesana dan melakukan penelitian lebih lanjut tentang apa yang ditemukan Dr. Mann. Pertemuan Professor Brand dan Cooper akhirnya memaksa Cooper untuk pergi melakukan lagi tugasnya sebagai pilot dan untuk berusaha menemukan jalan atas bencana yang ada di bumi. Mampukah Cooper melakukan misi ini? Dan bagaimanakah perjalanan ini membawa manfaat untuk keluarga Cooper?



Well, Cooper akhirnya memang meninggalkan Murph dan Bumi untuk pencarian tempat tinggal baru bagi umat manusia, tapi hubungan Cooper dan Murph adalah hal yang sangat mendasar dalam film Interstellar ini. Akting McConaughey sebagai Cooper yang sangat menyayangi keluarga dan juga sebagai pilot luar angkasa dari awal hingga akhir terasa sangat kuat dan stabil, sampai-sampai saya kadang bertanya-tanya apa betul ini film dari seorang Christopher Nolan. Secara garis besar hubungan Cooper dan Murph memberikan film ini bobot emosional yang luar biasa, dan sangat jarang Nolan memberikan penggambaran hubungan yang begitu dalam, well saya melihat sendiri beberapa orang menangis dalam bioskop, padahal ini film Christopher Nolan! 

Interstellar memiliki penggambaran luar angkasa yang sangat indah bahkan mungkin beberapa adalah yang terindah yang pernah Saya lihat dalam sebuah film. Ruang angkasa yang luas, sudut-sudut layar yang digambarkan seakan Kamu juga didalamnya, dan ya! Cincin Saturnus terlihat begitu menakjubkan. Penggambaran Lubang Cacing dan Lubang Hitam bahkan tidak pernah terlihat lebih menakjubkan seperti dalam film ini. Selama penggarapan film ini untuk mendapatkan gambar yang indah dan akurat tentang segala gemintangan dan lubang cacing, Nolan dan tim visualnya diberikan semacam kuliah khusus dengan pakar astrofisika, Kip Thorne. Ya, Kip Thorne yang juga seorang fisikawan dengan teori-teori gravitasi dan lubang hitam yang berdasar teori awal Einstein dan Newton ini didaulat sebagai science advisor dalam film ini. 

Berbicara terlalu panjang tentang plot maupun ending dari Interstellar tentu akan menjadi spoiler bagi Kamu yang belum menonton. Jadi saya akan mencoba untuk membatasi kalimat saya dan bagian 30 menit terakhir film ini sungguh luar biasa. Mind-gasm! Itu hal-hal yang saya selalu suka jika menonton film-film Christopher Nolan. Kalau berbicara kekurangan sedikit yang saya sayangkan adalah hubungan yang tidak begitu dalam tergali antara Dr. Brand (Anne Hathaway) dan Professor Brand (Michael Caine), terasa agak timpang saja kalau melihat hubungan Cooper-Murph. Diluar itu, semua karakter pendukung terasa kuat dari awal film, bahkan beberapa jokes dari TARS dan CASE menjadi warna sendiri dalam film ini.

"Ja...jangan-jangan ini kerjaannya si Thor!"

Kalau ada satu nama lagi yang mungkin kelupaan mendapat pujian tinggi dari saya adalah Hanz Zimmer! Ya, karya terbaik Zimmer bersama Nolan adalah saat menggarap orkestrasi luar biasa penutup trilogi manusia kelelawar. Di film ini, Hans Zimmer lagi dan lagi membuktikan kualitasnya sebagai seorang komposer musik dalam film. Satu kata, Gila! Bulu kuduk saya sampai merinding pada beberapa bagian mendengar orkestrasi luar biasa dari Hanz Zimmer. Entahlah untuk saat ini Hans Zimmer lah yang terbaik.

"Ngantuk Saya..."

Well, pada akhirnya saya bisa mengatakan bahwa Chrishtopher Nolan tidak pernah gagal! Mungkin bukan karya terbaik dari seorang Christopher Nolan, mungkin iya ini bukan film untuk semua orang apalagi yang tidak terbiasa dengan karya-karya Nolan, 169 menit mungkin akan membunuh mereka dalam kebosanan.  Inilah film yang Nolan yang menurut saya paling religius dari film-film sebelumnya, Kamu harus menonton film ini, film ini bercerita secara indah dan secara fisika apa yang kadang menjadi pertanyaan hidup manusia dan ada didalam kitab, well mungkin banyak sekali kajian fisika yang dapat dibuat dalam film ini, bahkan saat menulis ini saya sempat dibawa pada referensi-referensi jurnal fisika internasional. Well, sebagai penutup saya akan mengatakan: “Damn you, Nolan! You always mind fuck me! Thank you!”

Movie Overview
Director: Christopher Nolan
Actors: Matthew McConaughey; Anne Hathaway; Jessica Chastain; Michael Caine; Bill Irwin; Ellen Burstyn; Matt Damon.
Genre: Thriller. Drama, SciFi