Big Hero 6 Review: Robot tidak Pernah Seimut Ini

The Comic

Komik Big Hero 6 mungkin bukanlah sebuah komik yang memiliki nama se-mentereng komik-komik lainnya. Sebelumnya, siapa yang tahu coba nama Big Hero 6? Kalau saya tanya tentang komik Spider-man, anak kecil yang belum pada usia sekolah juga pasti tahu. Cerita komik asli Big Hero 6 dibuat pada tahun 1998. Bercerita tentang bagaimana kekaisaran Jepang saat itu membentuk tim khusus untuk menanggapi pemboman atas Nagasaki-Hiroshima. Tim tersebut terdiri dari Hiro, seorang Tony Stark kecil dan robot-nya, Baymax; Honey Lemon seorang agen rahasia lintas dimensi; Go Go Tomago; Silver Samurai dan Sunfire. Sayangnya, komik ini tidak mendapatkan penghasilan yang cukup banyak sehingga sempat diberhentikan sampai pada tahun 2008 sempat dibuat lagi sebuah mini series Big Hero 6. Namun… lagi-lagi tidak begitu sukses!

Tapi Marvel terus mencari dan tidak menyerah dengan Big Hero 6, mereka ingin menghidupkan cerita Big Hero 6 ini. Marvel mencari-cari sisi lain yang kira-kira dapat dieksplor agar Big Hero 6 ini dapat sukses dan diterima. Maka diliriklah Walt Disney Animation Studios untuk membawa Big Hero 6 agar lebih unik dan menggemaskan bagi para penonton. 

The Poster

Film Big Hero 6 garapan Walt Disney Animation Studios berlatar di sebuah kota bernama San Fransokyo, nama yang unik dan yup… dapat ditebak supaya komik ini tidak kehilangan jati diri awalnya. Kalau disini sangat banyak yang namanya sabung ayam kemudian mendapatkan uang dari situ, maka orang-orang di San Fransokyo saling adu robot dan mendapat uang taruhan dari situ. Adalah Hiro Hamada seorang anak berumur 14 tahun yang membuat robot untuk ikut juga adu robot di kota itu. Meskipun Hiro adalah anak yang cerdas dan dapat mendapatkan banyak uang dengan memenangkan taruhan tarung robot, namun kakaknya, Tadashi ingin Hiro agar dapat masuk juga bersamanya di San Fransokyo Institute of Technology (kalau disini mungkin seperti ITB). Saat berkeliling bersama Tadashi melihat kegiatan disana, dan juga saat Tadashi melihatkan penemuannya yang bernama Baymax, sebuah robot putih-gemuk-kenyal-kenyal bernama Baymax yang juga berfungsi sebagai asisten kesehatan pribadi membuat Hiro makin ingin bergabung dan juga membuat sesuatu yang keren bersama kelompok kutu buku di San Fransokyo Institute of Technology.

Hi, I'm Baymax!

Namun untuk dapat bergabung bersama kelompok kutu buku lainnya disana bukanlah hal yang mudh. Hiro diharuskan membuat sebuah ciptaan yang luar biasa yang mampu memukau Professor Callaghan (Ketua Jurusan Fakultas Robotik disana). Dengan usaha yang baik, Hiro menciptakan sebuah robot kecil yang dapat dikendalikan oleh pikiran. Robot tersebut bernama microbots, dengan mengendalikan microbots maka manusia dapat dimudahkan dalam hal saja dari konstruksi sampai dengan hal transportasi masal. Pertunjukan yang menakjubkan dari Hiro membuat Alistair Krei dari Krei Tech untuk membeli dan mengembangkan penemuannya, namun ada tentangan dari Professor Callaghan untuk tidak menjual hasil karya tersebut dan untuk mengembangkannya sendiri, atas nama ilmu pengetahuan.

Hiro percaya bahwa microbots bisa berguna untuk hal-hal seperti transportasi dan konstruksi, dan demonstrasi tentang kemungkinan tersebut adalah salah satu yang paling mengesankan adegan film. Demo yang memicu perang penawaran antara orang-orang yang ingin mengembangkan teknologi komersial, dan mereka yang ingin untuk ilmu pengetahuan.

Tempo film meningkat pada paruh kedua , Disney mulai memunculkan karakter antagonis dalam film ini, adalah Yokai, seorang pria bertopeng kabuki dan berpakaian serba hitam yang menggunakan penemuan Hiro yang diperkenalkan tadi sebagai sebuah alat untuk kejahatan. Apa sebenarnya yang diincar oleh Yokai? Bagaimanakah Hiro menghadapi musuh yang sangat kuat ini?

The Villain

Satu hal yang menjadi garis besar dalam film ini adalah sebuah hubungan. Hubungan tentang persahabatan yang terbentuk walaupun kadang persahabatan itu tidak melulu manusia dengan manusia, bagaimana Disney membuat hubungan manusia dengan robot terasa begitu hangat. Berbicara hubungan juga akan berbicara kehilangan, dan upaya yang kadang dilakukan untuk memperbaiki hal-hal yang tidak dapat diperbaiki. Disney pun tidak pernah gagal menyelipkan bahan-bahan lelucon dalam setiap film mereka, dalam Big Hero 6 Saya selalu geli dan tertawa setiap melihat kemunculan Baymax, ah! Saya rasa semua orang yang menonton Big Hero 6 merasa gemas melihat bagaimana robot gendut berwarna putih dan berjalan seperti agar-agar tersebut berinteraksi, juga didukung pengisi suara Scott Adsit yang populer lewat serial 30 Rock. Walaupun kadang, karakter-karakter lainnya seperti Wasabi, Go Go Tomago, Honeey Lemon, dan Fred kurang begitu mendapat porsi banyak di film ini Saya masih maklum akan hal itu, karena pada akhirnya para karakter yang ada di film mampu memaksimalkan setiap kemunculan mereka.

We Are Big Hero 6!

Saya juga suka sekali dengan bagaimana Disney menggabungkan ciri khas tertentu kota San Fransisko dan Tokyo. Pujian tinggi bagi Disney saat menampilkan kota San Fransokyo dengan bukit-bukit yang indah, serta kota yang gemerlap dengan banyak gedung-gedung tinggi didalamnya. Well, sungguh indah! Apalagi ditambah dengan elemen yang Tokyo banget, tapi sayang pada beberapa adegan kota yang indah dan ramai tersebut terasa sepi karena kurang memperlihatkan kekacauan tertentu dan terlalu berfokus pada bagian utamanya. Tujuannya mungkin baik, agar penonton anak-anak tinggal menonton adegan seru yang lagi ditampilkan. Tapi, mungkin kedepannya Disney dapat mempertimbangkan hal-hal kecil seperti ini. Pengisi suara di Big Hero 6 tidak kalah pentingnya, untung saja mereka diisi orang-orang yang tepat.

Pada akhirnya, film Big Hero 6 yang digarap Walt Disney Animation Studios adalah film yang sangat menyenangkan dan memang ditujukan untuk penonton anak-anak, percayalah kalau Kamu menonton bersama anakmu, dia pasti akan terus membicarakan Baymax setelah keluar dari teater! Untuk orang dewasa atau yang mengajak orang spesialnya untuk nonton, Kamu dapat juga menikmati film ini. Karena selain menyenangkan, banyak hal yang diajarkan film ini tentang hidup. Juga Kamu bisa tertawa bersama-sama orang yang Kamu anggap spesial, indah kan?

NB:
  1. Disarankan Kamu tidak terlambat saat menonton, karena ada sebuah film pendek yang manis dari Disney diawal film.
  2. Setelah film habis, Kamu juga disarankan untuk tidak langsung meninggalkan teater, karena setelah credit (sekitar 12 menit) ada scene yang sangat epic dan sayang untuk dilewatkan! Sssst… apalagi Kamu yang akrab dengan komik-komik Amerika sana pasti langsung meloncat dan memberikan tepuk tangan, seperti Saya. Ehe!