(Movie Review) X-Men: Days of Future Past... teruskan, Marvel!


Kembali ke tahun 2000. Pada tahun 2000 lalu adalah masa-masa yang sulit bagi film superhero yang diangkat dari komik-komik AS sana, entah itu Marvel maupun DC. Para penggemar superhero tidak terlalu banyak terpuaskan dengan film-film yang ada, sebut saja bagaimana hancurnya film Batman & Robin, Batman Forever... yikes! Ya, kualitas film-film superhero pada tahun-tahun itu sangat-sangat mengecewakan, tidak heran banyak orang yang justru barulah sekarang merasakan nerd-gasm. Jangan bandingkan dengan sekarang, dimana bahkan Marvel Studios berani mengangkat kisah superhero mereka yang notabene bukanlah superhero kelas A mereka (I’m talking about Ant-Man!). Di tahun kritis itu tiba-tiba ada sebuah rencana besar yang dibuat, yup… menggabungkan Wolverine, dkk dalam film X-Men, yang adalah salah satu aset terbesar yang dimiliki Marvel. Semua pecinta komik dan orang-orang di industri film tertuju pada proyek ini. Berhasilkah?

Sebelum lanjut ada baiknya kamu telah menonton semua film X-Men, karena postingan ini mungkin berisi spoiler pada film-film X-Men sebelumnya, you've been warned!


X-Men pertama adalah sebuah karya yang patut kita apresiasi. Sutradara Bryan Singer pun butuh waktu setidaknya tiga tahun untuk kembali lagi dengan film manusia mutant ini dalam X2 untuk menambal kekurangan yang ada di proyek pertamanya itu. Memang jika Kamu menonton film X-Men pertama sekarang akan banyak kekurangan terlihat tapi hey ini film tahun 2000, Bung! Saya pribadi masih menikmati setiap momen yang ada di film X-Men ini kok kalau menontonnya sekarang. Cerita para mutant diteruskan sampai dengan film ketiganya, X-Men: The Last Stand (2006). Kemudian di Tahun 2009, rilis secara khusus film X-Men Origins: Wolverine yang mengupas habis kisah masa lalu Wolverine sampai dia mendapatkan cakar supernya tersebut. Dua tahun kemudian rilis lah film mutant selanjutnya yang berjudul X-Men: The First Class. Kisah dari X-Men: First Class ini sendiri sebenarnya sedikit tidak jelas apakah dia sebuah prekuel dari film-film X-Men sebelumnya atau sebuah reboot dari film sebelumnya yang sama sekali tidak ada hubungan dengan empat film yang rilis sebelumnya, banyak pecinta Marvel  yang saat itu was-was akan film ini dan kelanjutan nasib film geng mutant ini. Well, sebenarnya saya sih menikmati kok kesemua cerita X-Men yang diangkat ke layar lebar.

Apa Liat-liat?!

Kalau mau dikatakan mungkin sebenarnya film X-Men: First Class yang rilis tahun 2011 lalu adalah semi-reboot yang dilakukan pihak 20th Century Fox untuk kembali memantapkan posisi dari franchise X-Men yang rilis sebelum 2009 yang bagi beberapa pecinta komik dirasa menurun kualitasnya. Terbukti setelah X-Men: First Class, dibuatlah sebuah kelanjutannya yang berjudul The Wolverine (again, Wolverine?) pada tahun 2013 lalu. Masih segar di ingatan kita bagaimana film The Wolverine ditutup dengan adegan pertemuan Logan dengan Magneto dan Professor -X, yang seperti memberi sinyal kepada Logan bahwa ada sebuah kekuatan besar yang mengancam.

X-Men: Days of Future Past Poster

Adegan dalam film X-Men: Days of Future Past dibuka dengan sebuah pertarungan yang sedikit berat sebelah antara para robot yang bernama Sentinel dengan mutant-mutant yang sedikit jumlahnya. Selanjutnya kisah dalam film ini akan membawa kita pada kenyataan bahwa di masa depan, para mutan terus hidup dengan teror dari Sentinel tadi, sebuah robot yang memiliki kekuatan tidak terbatas untuk memang memburu semua mutant yang ada di Bumi. Sehingga tinggal beberapa kelompok saja yang tersisa. Hal tersebut berkat seorang mutant bernama Kitty Pryde yang mempu mengatar kesadaran seseorang ke masa lalu sehingga mampu memberi peringatan bahaya yang akan dihadapi.

Stop!

Professor Charles Xavier pun sadar bahwa bangsa mutant hidup dibawah bayang-bayang kepunahan, maka dia bersama dengan sekumpulan mutant senior berencana kembali ke masa lalu jauh sebelum para Sentinel diciptakan. Jika rencana mereka ini berjalan sesuai yang direncanakan maka masa depan yang penuh teror dari para Sentinel dianggap tidak pernah ada. Dan, seperti yang sudah-sudah, pada film ini yang dipercayakan untu menjelajah waktu adalah Sang Wolverine mengingat ketahanan tubuhnya dan dirinya yang memang tidaklah mengenal konsep umur Wolverine diharuskan memperingatkan para sesepuh yang sebelumnya masih begitu belia untuk tidak melakukan hal-hal yang memicu peristiwa di masa depan tadi.

Kampanye Robot

Sedikit hal yang bagi sebagian orang adalah kekurangan mungkin mengingat elemen action dalam film ini tidaklah terlalu berat. Beberapa penonton mungin saja ada yang kecewa bila dia memang sangat menunggu-nunggu adegan pertarungan para mutan tersebut. Tapi itupun hanya sedikit sekali kekurangan menurut saya, penonton akan tetap dapat melihat pertempuran para mutant melawan Sentinel. X-Men: Days of Future Past memang sedikit lebih condong ke cerita drama para dimana Wolverine bertemu orang yang dikenalnya pada kehidupan masa lalu mereka. Tapi, tenang saja, sutradara Bryan Singer mengemasnya dengan apik sehingga durasi 131 Menit tidaklah terasa membosankan sama sekali. 

Salah satu faktor pendukung sehingga jalinan drama pada film ini terasa mengalir dan dikemas dengan begitu apik adalah para aktor dan aktris didalamnya. Saya rasa tidak perlu ditanyakan lagi bagaimana kualitas semua cast dalam film ini, karena rata-rata mereka yang bermain disini masih memerankan peran yang sama dengan film-film X-Men sebelumnya, Hugh Jackman sendiri sudah 6 kali berperan sebagai Wolverine, Ian McKellen dan Patrick Stewart sempurna memerankan Magneto dan Charles Xavier tua dimana James McAvoy dan Michael Fassbender juga sempurna sebagai Charles Xavier dan Erik Lensherr muda. Hal tersebut lah yang membuat sehingga penonton dapat terbawa emosinya mengikuti kisah di film ini. Ah, iya! Jennifer Lawrence sangat apik memerankan tokoh Raven yang ambisius.

Arisan Keluarga Mutan

Jadi kesimpulan saya, film X-Men secara keseluruhan sebenarnya sangat berpotensi untuk digali cerita lebih dalam, misalnya saja Wolverine, terbukti Wolverine yang tidak bisa menua dan sekarang ditambah dia menjelajah waktu sangat sangat mungkin pihak 20th Century Fox mengambil timeline installment ditengah-tengah antara film X-Men: Days of Future Past, misalnya beberapa tahun setelah kejadian ini dimana Cyclops masih hidup. Film X-Men: Days of Future Past ini menurut saya akan terasa lebih bagus jika Kamu sudah mengikuti semua film X-Men yang saya sebutkan diatas tadi… atau setidaknya tontonlah dari X-Men: The First Class biar Kamu memiliki sedikit gambaran tentang awal mula terciptanya grup X-Men dan permusuhan Charles Xavier dan Erik Lensherr. Terlepas dari itu semua, X-Men: Days of Future Past adalah film mutant terbaik dari film-film yang pernah dibuat sebelumnya! Selamat, Bryan Singer! 

Urutan Film X-Men
X-Men >> X2 >> X-Men: The Last Stand >> X-Men Origins: Wolverine >> X-Men: The First Class >> The Wolverine >> X-Men Days of Future Past.

Score: A-
Movie Details

Director: Bryan Singer

Cast: Hugh Jackman, James McAvoy, Michael Fassbender, Jennifer Lawrence, Halle Berry, Ellen Page, Peter Dinklage, Ian McKellen, Patrick Stewart.

Running Time: 131 Minutes