(Music Album Review) Coldplay: Ghost Stories - Kematangan dan Musikalitas Tinggi dari Coldplay

Coldplay - Ghost Stories Cover

Sulit memang untuk tidak mencintai Coldplay! Kali ini mereka kembali dengan album keenamnya. Setelah sebelumnya "memancing" lebih dulu dengan Magic disusul kemudian A Sky Full of Stars akan tergambar seperti apa album mereka kali ini, yup... Coldplay semakin menyeberang ke arah Pop. 

Tapi tenang saja, ini Coldplay, bung! Dengan pengalaman malang melintang selama 18 tahun, tentu kita tidak perlu meragukan lagi kalau mereka bukanlah band kacangan yang akan terdengar mirip dengan banyak band yang bernyanyi lagu Pop lainnya. Kekuatan vocal Chris Martin ditambah gemuruh gerak elektronika tentu akan menjadi kekuatan utama dalam album ini, bahkan didalamnya kita akan menemui kolaborasi Coldplay dengan DJ yang namanya saat ini sedang hits, Avicii! Bukan hanya gemuruh elektronika yg akan Kamu rasakan, banyak track dalam album ini yang akan menawarkan kepadamu lagu-lagu balada bernada lirih yang mengingatkan Kamu Coldplay di awal karir mereka dulu.

Album ini dibuka dengan track pembuka yang berjudul Always In My Head. Track ini adalah salah satu lagu yang didalamnya mengandalkan instrumen-instrumen yang akan mengingatkan kita pada lagu-lagu lawas Coldplay terdahulu,  tentu Kamu sangat hapal bukan dgn bagaimana lirihnya Fix You dibawakan oleh Chris Martin, dkk?

Album ini dilanjutkan dengan track selanjutnya, Magic. Track kedua ini diproduseri oleh Hugo Pierre Leclercq atau yang lebih terkenal dengan nama panggung Madeon (seorang produser Perancis), yang memang sudah dikenal untuk mengusung musik bernuansa Electro House. Beberapa dari Kamu mungkin sudah hapal dengan ritme dan beat dalam lagu ini yang terasa sangat nge-pop dan sangat berbeda dari Coldplay yang sama-sama kita tahu dulunya lebih bergerak ke arah alternative. Yup… beberapa orang mengatakan bahwa lagu Magic bergerak begitu jauh dari akar musik Coldplay sesungguhnya, bahkan beberapa orang sangat pesimis akan Coldplay dengan album anyarnya ini begitu mendengar track yang satu ini. Hey, jangan buru-buru, bung, dengar dulu keseluruhan isi album ini. 😉

Di track ketiga Coldplay masih bermain dengan nada-nada lirih melalui lagu Ink, seperti yang saya bilang sebelumnya, dengan mendengar lagu-lagu bernada seperti ini Kamu akan tahu kalau Kamu memang sedang mendengar Coldplay bermain-main dengan perasaan Kamu membawamu hanyut bersama nada-nada lirih dan lirik sederhana dibalut suara syahdu dari seorang Chris Martin.


Siapa nama produser papan atas yang sudah malang melintang dan membuat banyak artis diluar sana lebih dikenal dunia yang Kamu ketahui? Kalau ada nama Timbaland dalam salah satu jawaban yang ada di benakmu, maka Kamu benar! Ingat bagaimana awal-awal karir OneRepublic dulu, lagu Apologize yang dikerjakan bersama-sama dengan seorang Timbaland membuat nama mereka dikenal sampai saat ini. Dalam track keempat Coldplay yang berjudul True Love ada nama Timbaland yang mengisi drum dalam lagu ini. Walau sedikit mirip lagu Coke Bottle dari Agnez Mo Apologize dari OneRepublic, jangan khawatir, lagu ini tetaplah Coldplay banget dengan tumpuan suara Chris Martin.

Ada Midnight di track selanjutnya, dimana Coldplay bekerja bersama seorang musisi elektronika, Jon Hopkins, yang disini berperan sebagai salah satu produser. Dengan nuansa ambient yang kental, ditambah lagi Chris Martin menggunakan vecoder untuk menambah efek dalam bernyanyi membuat lagu yang satu ini terdengar sangat kompleks dalam hal audio, sangat cocok apalagi bila didengar menggunakan headset berkualitas tinggi!

Sebagian besar materi dalam Ghost Stories memang diisi lagu-lagu balada bernada lirih dan syahdu bahkan lirik-lirik dalam album ini terdengar menyayat hati, tapi tenang tidak akan membawa Kamu kepada keadaan saat Kamu mendengar lagu-lagu milik Adele. Walau terkesan kelam dan memberi nuansa gelap (mungkin ini alasan mengapa diberi judul Ghost Stories) semua lagu di album ini masih dalam ruang lingkup romantis dan  cocok buat didengar bersama pasangan didalam mobil. Contohnya, coba saja dengarkan track ketujuh yang berjudul Oceans dan track penutup O, yang merupakan track-track yang memiliki nuansa yang menggambarkan nuansa kepedihan yang sangat kuat. Mungkinkah ada hubungannya dengan perpisahan sang vokalis Chris Martin dengan Gwyneth Paltrow yang telah bersama-sama selama 11 Tahun lamanya?

Ada nama DJ papan atas yang saya sebut sebelumnya, yup… Avicii! Di track ke-8 yang juga telah dikeluarkan lebih awal A Sky Full of Stars, Coldplay berkolaborasi dengan Avicii dan menghadirkan nuansa gemerlap EDM. Dimana walaupun piano menjadi jiwa lagu ini, Progressive House lah yang membalut lagu ini sehingga terdengar menghentak dan sangat mencuri perhatian. Namun, hey ahrus berapa kali saya mengatakan dan meyakinkan, ini Coldplay! Walaupun dengan gemerlap musik Electro sekalipun mereka tidak kehilangan jati diri mereka, bahkan justru terdengar sangat Coldplay… atau harus saya katakan beginilah Electro ala Coldplay!

Jadi, menurut saya perubahan aliran yang lebih nge-pop yang terlihat dari konsep yang diusung Ghost Stories mungkin tidak dapat diterima dengan mudah oleh fans Coldplay. Tapi dengan pengalaman dan kematangan para personelnya tampaknya tidak perlu diragukan lagi untukmu mengoleksi album ini, karena bagi saya album ini justru sangat kaya akan instrumen namun tidak menghilangkan sama sekali ciri khas dari Coldplay itu sendiri. Meskipun materi dalam album ini banyak yang bernuansa lirih, tapi album ini tetap berbeda secara konsep dari album bernuansa sama yang pernah mereka hadirkan (Parachute dan A Rush of Blood to the Head).

Untuk pengalaman maksimal, beli album ini di iTunes harganya cuma Rp. 59,000.00 kok, kualitas suara akan berbeda jauh kalau kamu download di situs-situs yang menyediakan lagu bajakan. Pastikan dengar pake headset ya. 😉

(iTunes Link, Coldplay: Ghost Stories, IDR 59K)

TRACKLIST

  1. 
“Always in My Head” 3:36

  2. “Magic” 4:45

  3. “Ink” 3:48

  4. “True Love” 4:05
  5. 
“Midnight” 4:54
  6. 
“Another’s Arms” 3:54

  7. “Oceans” 5:21

  8. “A Sky Full of Stars” 4:28

  9. “O” 7:46