(Movie Review) The Amazing Spider-man 2, Kembalinya Sang Superhero Tengil

Spider-man adalah salah satu superhero paling populer yang dikenal semua kalangan, sama seperti Batman dan/atau Superman. Tidak percaya? Coba tanyakan orang tua Kamu, apa mereka tahu Spider-man? Kemudian tanyakan kepada mereka siapa itu Thor.

Tahun 2012 lalu Sony melakukan sebuah langkah yang sebenarnya cukup riskan dan dikhawatirkan banyak orang dengan melakukan reboot dari film Spider-man yang telah sampai pada Spider-man 3. 
Benar saja, Sony tidak main-main dengan rencana reboot nya itu. Buktinya saja, saat itu mereka tidak hanya ingin buat satu film saja, mereka menjanjikan sebuah trilogi, dan pada 2012 lalu mereka sudah menetapkan bahwa Mei 2014 ini adalah tanggal rilis untuk film The Amazing Spider-man 2... dan benar, mereka ternyata serius dengan ucapannya itu. Entahlah, memang Spider-man 3 saat itu adalah sebuah film yang mengecewakan bagi saya, namun kalau diingat lebih jauh lagi, film kedua dan pertama sang manusia laba-laba versi Sam Raimi ini kualitasnya dapat dikatakan sangat apik. Saat itu Sony mempercayai Marc Webb untuk duduk di kursi Sutradara dan Andrew Garfield sebagai Peter Parker a.k.a Spider-man, dan Emma Stone sebagai Gwen Stacy.

The Amazing Spider-man 2 Poster

Sudah cukup bagi seorang Marc Webb melakukan introduksi akan semua lakon dalam film ini, mengingat di prekuelnya lalu Webb telah cukup memberikan kita pengenalan akan sosok Peter Parker dan juga motivasi mengapa Peter menjadi seorang Spider-man dan juga bagaimana hubungannya dengan seorang Gwen Stefani Stacy dimulai. Namun, jika kita mengingat sedikit lagi tentang prekuel yang dibuat oleh Webb pada 2012 lalu sebenarnya masih banyak menyimpan plot-hole. Misalnya, Keberadaan bibi May di film pertama yang terasa sangat minim, penjabaran lengkap tentang ayah dan ibu Peter Parker yang tidak terselesaikan, dan kematian sang paman yang pada prekuelnya terasa "sangat biasa" seperti tidak memberi dampak apa-apa.

Memulai film, Marc Webb langsung menggeber plot cerita dengan memberikan gambaran tentang sosok Richard Parker, ayah dari Peter Parker yang tengah sibuk akan sebuah penelitian yang dia lakukan dan entah ada apa sebenarnya sehingga pemerintah mengincar penelitian yang dilakukan oleh Richard Parker dan kemudian dikirim kan kepada seseorang bernama Roosevelt. Penelitian apa yang sebenarnya dilakukan oleh Richard Parker saat itu?

Film The Amazing Spider-man 2 masih menceritakan tentang hubungan antara Peter & Gwen yang berpacaran dan sedang mengalami masa-masa kegalauan akan karir masing-masing, dimana seorang Gwen Stacy mengejar kuliah setelah lulus high school dan Peter dengan kesibukannya menjadi superhero. Kalau pada prekuelnya lalu Marc Webb dirasakan sangat kurang menggali tentang Keluarga Osborn, maka di sekuel kali ini saya rasa Webb telah melakukan hal yang benar, akhirnya sosok Harry Osborn dimunculkan dalam film ini. Harry Osborn diceritakan adalah sahabat lama dari seorang Peter Parker, berbeda dengan Harry Osborn versi Sam Raimi yang bukan merupakan teman lama.

Ikut om, yuk...

Kalau ditanya siapa musuh bebuyutan dari seorang Batman, maka saya yakin jawaban teratas adalah Joker. Mengingat kepopuleran Spider-man yang begitu besar, saya yakin musuh-musuh dari seorang Spider-man pun rata-rata populer dibandingkan musuh-musuh dari superhero lainnya, sebut saja Venom, Doctor Octopus, Green Goblin, Sandman, Electro, Lizard, dsb... dan kali ini yang beruntung terpilih menjadi pendamping Spider-man sebagai musuh adalah Electro, Green Goblin, dan tambahan The Rhino. Saya suka pendekatan yang dilakukan oleh Marc Webb yang dalam beberapa scene nya menggunakan efek slow motion, sehingga kita seakan sedang membaca cerita si manusia laba-laba tersebut di dalam komik, satu lagi yang saya suka setiap kemunculan Electro dan harus konfrontasi dengan Spider-man adalah musik yang bagi saya keren. Bagaimana tidak, untuk urusan musik dalam hal ini jatuh kepada seorang Hans Zimmer. Hans Zimmer adalah seorang komposer yang namanya mulai sering saya cari tahu waktu menonton Batman: Begins, dilanjut The Dark Knight kemudian The Dark Knight Rises. Nama Hans Zimmer tidak perlu diragukan lagi, dia berhasil membangun nuansa epik dan gelap dalam trilogi Batman tersebut. Masih banyak film-film dan juga games keren seperti Call of Duty yang untuk urusan dapur musik ditangani oleh seorang Hans Zimmer, maka tidak usah diragukan lagi untuk untuk elemen musik dalam The Amazing Spider-man 2 ini.

Sedari tadi saya belum membahas akting para tokoh yang ada didalam film ini. Untuk para tokoh, hanya satu kata yang dapat menggambarkannya: sempurna! Yup, memerankan karakter yang sama untuk kedua kalinya tampaknya adalah hal yang memang harus linear dengan kualitas yang ditampilkan, Andrew Garfield yang tampil sebagai Peter Parker yang digambarkan sebagai anak usia 20-an yang tetap terlihat biasa-biasa saja, nerd, dan dengan emosi yang sedikit meluap-luap selayaknya anak seusianya tampil begitu sempurna, pun begitu ketika dia berubah menjadi Spider-man yang suka show off dan terkadang tengil. Ditambah lagi, akting Emma Stone sebagai Gwen Stacy disini sangat matang, dimana ia mampu mengimbangi sosok Peter dan tampil sebagai sosok yang lovable walaupun ketika harus menampilkan kegalauan-kegalauan tertentu. Bibi May yang diperankan oleh Sally Field yang pada prekuelnya lalu kurang mendapat tempat kini ditampilkan dalam porsi yang cukup besar dan memiliki peranan penting dalam hidup Peter Parker. Tampil sebagai Electro adalah seorang Jamie Foxx yang pernah tampil memukau sebagai Django Freeman dalam film Django.

Mungkin beberapa Kamu ada yang memang sudah tahu atau ada juga yang belum, sebelum menangani film The Amazing Spider-man pertama pada 2012 lalu, Marc Webb dikenal sebelumnya lewat film (500) Days of Summer... yayayaya saya tahu, film itu bisa jadi adalah salah satu film drama yang begitu memorable bagi Kamu. Mungkin disini juga salah satu style yang dimiliki seorang Marc Webb, dimana dalam setiap film yang ditanganinya selalu dimasukan unsur drama yang kental, saya rasa orang yang menonton di bioskop beberapa dari mereka mesem-mesem sendiri di beberapa scene dalam film The Amazing Spider-man 2. Hal ini bisa menimbulkan dua opini, beberapa mungkin akan suka dengan bumbu ini atau mungkin beberapa justru akan malas dengan unsur drama tersebut dan menganggapnya lebay, tapi biarlah, kalau Christopher Nolan punya gaya untuk membuat film dengan twist berlapis-lapis mungkin Marc Webb memang senang akan tambahan unsur drama. Tapi entahlah, mengapa seorang Marc Webb tidak mencoba untuk memasukan intrik percintaan antara Peter Parker, Mary Jane, dan Gwen di film ini. Padahal, di dalam versi komiknya yang ditulis Stan Lee dulu, kisah cinta segitiga tersebut cukup digilai fanboy, entahlah, mungkin Webb takut fokus akan terpecah dan tidak mau mengulangi kekacauan seperti yang dilakukan Sam Raimi dalam Spider-man 3 lalu saat memasukan kisah cinta segitiga ini. Ya, mungkin nanti-nanti Webb akan menyiapkan karakter yang akan menemani Peter kalau-kalau ada sosok yang akan dimatikan dalam film nya.

Pow!

Pada akhirnya The Amazing Spider-man 2 bukanlah sebuah konklusi dari film The Amazing Spider-man karya Marc Webb, masih banyak hal yang dapat digali dalam film ini untuk film ketiganya, kita lihat saja nanti. The Amazing Spider-man 2 adalah sebuah sekuel yang melakukan tugasnya dengan baik, dimana semua pertanyaan yang menggantung di film The Amazing Spider-man pertama dapat diceritakan dengan baik di film ini. Namun, bagi saya The Amazing Spider-man 2 bukanlah film superhero terbaik bagi saya, sampai saat ini hal tersebut masih dipegang oleh The Dark Knight dan The Dark Knight Rises, bahkan The Avengers walaupun mengumpulkan banyak superhero didalamnya tidak mampu membuat saya orgasme seperti ketika menonton film Batman karya Christopher Nolan tersebut. Well, akting luar biasa dari para karakter ditambah spesial efek kelas atas, sekuel terbaru dari sang manusia laba-laba yang dipenuhi oleh narasi cerita terasa begitu meluap-luap dan kadang kehilangan fokusnya di beberapa bagian. Kita tunggu saja karya selanjutnya dari Marc Webb dalam The Amazing Spider-man 3. :))

Catatan: akan ada credit scene dalam film ini tentang film Marvel yang akan datang.