(TV Series Review) How I Met Your Mother Season 9 - Finale yang Terburu-buru... dan Hancur!

Ulasan berikut ini akan banyak mengandung spoiler dari twist cerita Serial TV How I Met Your Mother. Jadi, bagi Kamu yang belum menonton finale nya, saya sarankan berhenti membaca, bila sudah, silahkan lanjutkan. Remember, you've been warned!



How I Met Your Mother (selanjutnya akan disingkat menjadi HIMYM) adalah salah satu season yang saya ikuti dari awal sampai terakhir (Season 1-9). Itu artinya, kalau dihitung-hitung dari tahun 2005, saya sudah mengikutinya sekitar 10 tahun belakangan. Yup... wow, just wow! Itu artinya juga, semua karakter yang ada di serial HIMYM tumbuh bersama semua penonton setianya, khususnya dalam hal ini saya sendiri.

High Five... for The Last.
Misalnya dari yang tadinya masih usia Sekolah Menengah Pertama pasti sekarang sudah kuliah di semester akhir, yang tadinya sudah berada di level SMA artinya sekarang sudah bekerja, yang tadinya masih kuliah bahkan mungkin sudah memiliki keluarga sendiri. Yup... seperti yang saya katakan tadi, karakter yang ada di dalam serial ini bertumbuh bersama penontonnya. Maka tidak heran cerita pun berkembang, yang tadinya humornya lebih kearah rom-com "remaja" makin kesini arahnya kepada humor-humor "keluarga"... tentang sulitnya mempersiapkan sebuah pesta pernikahan yang sempurna, tentang bagaimana sulitnya bertemu teman-teman karena mengurus anak, tentang tangisan bayi, dan lain-lainnya.

Serial TV HIMYM bukannya jalan mulus begitu saja, buktinya banyak fans yang kecewa karena serial ini sempat keluar trek dan terasa amat garing di season-season 6 dan 7nya. Season selanjutnya, yaitu Season 8 adalah semacam turning point sebenarnya bagi Carter Bays dan Craig Thomas selaku penulis cerita, karena di Season 8 inilah saya seakan merasakan "The Classic of How I Met Your Mother". Siapa yang bisa lupa dengan episode The Robin dimana Barney melamar Robin dengan taktik a la Barney yang bodoh namun tetap terasa manis, berkat episode The Robin itu juga kualitas di season 8 ini terjaga sampai akhir dan ditutup dengan manis dengan dua episode yang mengharukan, Something Old dan Something New.

Sweet as Pie!

Maka dengan kepercayaan diri yang cukup tinggi Saya mulai menonton season 9 (yang memang dikonfirmasi adalah season terakhir dari HIMYM).Secara garis besar season 9 ini bercerita semua yang terjadi selama sepekan sebelum pernikahan Barney-Robin, dan tentu saja cerita hubungan antara Ted dengan The Mother. Namun, entah mengapa walaupun kita sudah diberitahu tentang sosok The Mother yang diperankan oleh Cristin Milioti ini hanya dimunculkan kebanyakan sebagai cameo (oooo, come on!). Padahal saya sudah mulai terbiasa dengan hadirnya "orang baru" ini, soalnya setiap kemunculan The Mother bersama Ted adegan yang dihadirkan selalu terasa manis dan membuat saya mesem-mesem sendiri (admit it, bro!), mungkin saja kalau season 9 ini lebih difokuskan kepada proses Ted yang membangun hubungan dengan The Mother endingnya pun akan terasa lebih dapat bagi saya. Selain kepada isu pernikahan dan segala tetek-bengeknya, season 9 ini masih diisi isu-isu lama seperti perasaan Ted yang belum hilang kepada Robin. Untuk jokes yang dihadirkan sendiri saya rasa masih gagal.

Jika pada season-season terdahulu HIMYM kebanyakan berfokus didalam Bar MacLaren, tidak begitu halnya dengan season 9 ini, walaupun cerita berpusat pada hari pernikahan Barney, season ini  kita akan bertemu dengan tempat-tempat yang terasa baru dan seakan memberi suasana baru buat penonton HIMYM. Selain itu, di season 9 ini juga kita akan berjumpa dengan cast-cast lama yang pernah muncul di season HIMYM terdahulu sebut saja Victoria, Stella, Kevin, Patrice, Billy Zabka, Ranjit, Scooter, Sandy River, bahkan sang Captain (ahoy!). Yup... di episode Gary Blauman semua karakter lama yang pernah hadir ditampilkan dan diceritakan bagaimana hidup mereka sekarang, kehadiran meraka seakan menjadi pemanis season penutup ini.

Ingat saya? Ingat? Ingat? Ingat?

Tapi...
Semua itu hancur saat saya berharap tinggi akan sebuah penutup yang manis atau tidak mengharukan saja sekalian, apapun itu yang saya inginkan adalah sebuah penutup yang indah. Sekali lagi saya peringatkan, paragraf ini mengandung spoiler, jangan membaca kalau kamu belum menonton finale ini. Biarpun Cristin Milioti kebanyakan tampil sebagai cameo (kecuali dalam episode spesial 200) dia dengan mudah menjadi karakter yang likeable dalam serial ini, karena seperti yang saya bilang sebelumnya, kemunculan The Mother & Ted Mosby selalu terasa manis. Ia adalah pelengkap dalam hidup Ted Mosby (dapat terlihat ketika terjadi dialog antar keduanya), hobi yang saling melengkapi, dan kebodohan yang menjadi pelengkap kebodohan seorang Ted Mosby. In short, they're so damn perfect couple! Disaat kita sudah disuguhkan cerita yang indah dan mengharukan dalam porsi yang pas, dua episode terakhir menghancurkan semuanya! Yup... semuanya! Penyelesaian yang dilakukan Carter Bays dan Thomas sungguh terasa sekali sangat terburu-buru. Bagaimana tidak, mereka memecah pernikahan Barney-Robin dalam sebuah perceraian hanya dalam beberapa menit saja (oke, it's a sitcom, but... come on!) dan lagi, hubungan The Mother dengan Ted Mosby seakan terpecah fokusnya di penutup ini... dan yup, pada akhirnya Ted bersama dengan Robin, setelah karakter The Mother dimatikan (dengan cara yang tidak membuat saya sedih).

Kids, don't look!

Ending yang terburu-buru. Kalimat itulah yang menggambarkan dua episode perpisahan serial HIMYM ini. Karena penyelesaian yang terburu-buru itu juga semuanya terasa kacau. Andai saja episode penutupan ini dieksekusi dengan tidak terburu-buru mungkin saja hasilnya akan jauh berbeda, aaaah saya seakan sia-sia melihat pertumbuhan karakter Barney yang dari seorang playboy kepada seorang yang setia akan satu cinta, dan juga bagaimana Ted yang digambarkan telah move on dari Robin namun akhirnya cerita justru ditutup dengan scene yang sama di tahun 2005 lalu, dimana Ted memberikan Blue French Horn kepada Robin yang muncul dari balik jendela. Harusnya indah, namun dieksekusi dengan terburu-buru, jadi saya hanya bisa melongo di akhir cerita sambil bilang, "hah? gitu doang"

Jadi gini...

Jadi kesimpulan saya... How I Met Your Mother telah banyak memberikan pelajaran-pelajaran penting dalam kehidupan, menjalani hidup, dan cinta. Bagaimana sebuah cinta dan tragedi kadang memang harus menjadi satu dan tidak terpisahkan, terbukti di Season penutup ini Bays dan Thomas tetap menghadirkan tragedi disaat semuanya terasa indah. How I Met Your Mother juga adalah season yang luar biasa dimana serial ini selalu menggiring kita kepada sebuah cerita satu namun ternyata saat cerita itu hampir selesai tiba-tiba kita akan dibawa ke akhir cerita yang lainnya. Yup, itulah yang juga dilakukan Bays dan Thomas di penutup How I Met Your Mother, mereka membawa penonton kepada kisah yang manis, pahit, dan haru terbungkus indah namun di akhir semuanya dibelokkan menjadi cerita yang hancur dan berantakan. :))