If I Were God

Maka yang akan saya lakukan adalah...

Saya akan bersedih. Gimana nggak, manusia yang saya ciptakan seakan lupa kalau saya ini ada dan malah bangga mengakui bahwa saya nggak ada, padahal saya menciptakan mereka kan dengan cinta. Ibarat kamu  tuh ingin mencintai seseorang tapi orang yang kamu cintai malah tidak menganggapmu.

Banyak hal yang mungkin membuat Tuhan menjadi sedih, Tuhan tidak pernah memerintahkan kamu untuk mencintai Uang, tapi kamu mati-matian hidup untuk mencari kesenangan melalui media uang. Uang memang membuat kita merasakan kepuasan (bukan kebahagiaan) namun saat satu kepuasan datang, akan ada kepuasan lain dan lainnya yang menunggumu, itu artinya kepuasan itu nggak ada batasnya. Sekali lagi, Tuhan tidak pernah menciptakan uang dan menyuruhmu mencintai uang.

Kalau pasangan, Lang?

Yup. Manusia (entah dia laki atau perempuan) sudah tentu adalah ciptaan Tuhan, dalam semua agama saya yakin ada perintah untuk mencintai sesama manusia, entah dia dalam bentuk teman, sahabat, atau pacar. Dalam konteks ini saya akan bicara tentang seorang pacar. Pacar, kalau dia betul adalah orang yang kamu cintai, nggak ada embel-embel nafsu dan lain-lainnya saya rasa itu adalah berkah untukmu. Saya selalu percaya mencintai adalah salah satu bentuk sembahyang-mu [sembah + hyang (Yang Kuasa)] < sembahyang gak cuma berarti Shalat dalam agama muslim lho. Betul, manusia yang kamu cintai itu adalah bentuk berkah yang Tuhan hadirkan untuk kamu di dunia ini, dia adalah 'wakil' Tuhan dalam hal kamu memberikan atau menyalurkan cinta itu.

Kamu wajib memperjuangkan orang yang kamu cintai tadi! Kamu harus jadi seorang petarung untuk orang yang kamu cintai. Tapi, ingat! Dia cuma wakil lho... Jangan terlalu berlebihan, karena kalau kamu kelewatan, Tuhan bakal sedih juga. Jadi saya wajar melihat orang yang berjuang demi cinta (dengan tidak berlebihan) karena saya sadar itu adalah bagian dari sembahyangnya, tapi kalau orang yang berjuang mati-matian demi dapat uang sebanyak-banyaknya, tampaknya ada yang salah dengan dirinya... karena dia telah membuat Tuhan sedih.


Ah, tidak saya bukan Tuhan...