Satu-satunya Postingan Berbahasa Inggris di Blog Ini

Hell yeah! Apa kabar semua? Kali ini gue akan memposting satu-satunya postingan yang berbahasa inggris di blog ini! Yak bener, BAHASA INGGRIS sodara-sodara! Beh hebat banget ngga sih gue? Oke postingan ini sebenernya adalah tugas akhir gue yang akan membicarakan tentang salah dua produk Apple yang paling populer. Oke guys or gays! Here goes:

 Apple iPad vs MacBook


This is 2010, and as you know today is the era of Justin Bieber Technology and Information. People all over the world need “something” that can handle the information in just one-click. Because they do not have time for waiting, every second is worthy. In the year of 2007, Apple Inc was launched the first generation of iPhone. After the launching of iPad on January 27th, Apple iPad became a phenomenon in the world. People all over the world were asking, ‘what is iPad?’ Many articles talked about those gadgets, for example: on Twitter “iPad” became a number one Trending Topic. Forget The Mac versus Windows PCs wars. Nowadays, it’s a war between Fingertips and Mouse Click. The wars between Apple iPad and Apple MacBook. Both iPad and MacBook have plus points. They can travel easily, access web in a second, and also provide us many applications to be chosen.

First, the most famous thing on Apple Family is that they can travel easily. Apple MacBook or people call it “MacBook” has become very popular in the world since 2007 because of its look and its size that can make you travel anywhere with your MacBook, I think Apple never stop of making innovation, they try and try to make others gadget that can beat their own “baby”. So, now they have a new “baby” they call it iPad. iPad is such a little brother for Apple Mac. When you’re going outside whether attending meetings or traveling anywhere you’ll be gone for a whole day, so this “mini super” gadget can cover nearly any computing requirement. But if you think about simplicity I think iPad is better than MacBook because iPad is only 9.7 inches it’s very different if you see a Mac Book which has 13.3 inches of diameter. Sometimes, traveling with a MacBook in and out of airports can be a hassle. Business professionals sometimes even suffer from shoulder pain from constantly carrying heavy laptops. The iPad is easy to travel with and fits slimly into travel carry-on luggage or briefcases.

Second, both Apple MacBook and Apple iPad can access web in just a second. I have told you above that people who live in the technology and information era need something that probably helps them to access information in just a second. But sometimes they’re confused to choose the gadget that can fulfill what they want. The iPad can use Wi-Fi network trilateration from Skyhook Wireless it means you can access the web everywhere you go as long as there’s a hotspot area. It also has a black plastic accent on the back side to improve 3G radio sensitivity. Imagine you’re a businessman who never has time; you always face a traffic jam on the street. It means impossible for you to work on “slow motion”. You must do it fast, if you can finish your works on the car why not? I believe and I’m sure that you want something fast and possible to access the web in just a second. So iPad can be a choice for you, or you can use your MacBook and work in a cafĂ©.

The last, the design of the iPad and MacBook are truly made for applications. Applications allow a person to do everything on their gadget or cell phone. But it’s not cell phone, so with many applications on iPad or MacBook you can be more satisfied because any applications are available here, just buy and enjoy! Or if you do not want to buy, you can enjoy the free application that has been provided by Apple. iPad is just like a heaven for book-worm. There’s an application on iPad for you who loves reading very much, called “e-book”. In e-book, you can read books, newspaper, or magazine on any occasion. Then, if you’re a game lover you can enjoy a real-life game like The Sims 3. On The Sims 3 you play as your sim and you build your own life on it. Finding your love and trying for a baby. Sound simple, huh? But it’s not simple as you imagine if you play this game, it just like living on the real world. While iPad is designed for application, MacBook system is designed for more heavy work. For example, iPad cannot do the multi tasking work, but MacBook can do that. It doesn’t mean that iPad cannot do for doing a task, it can. But, iPad was designed for more casual work.

So, what kind of gadget is appropriate for you? If you’re the business professional who only surfs on the web or does light work while traveling, the iPad is a great solution. For professionals who always do a heavy work on a computer, then the MacBook may be the solution for heavy work use. However, using an iPad in addition to a MacBook can still pose many advantages. On the different issue, both iPad and MacBook are like a couple, because iPad owners still need MacBook to connect to their new handheld device. Well, if you need simplicity, speed, and many features you might try to buy these gadgets, Apple iPad and Apple MacBook.

Tips n' Trick Buat Para Jombloers

HALOOOOOOOO!!!! SAMLEKOM!!
(Kaget ngga?)

Oke, ehem ehem salam jumpa lagi dengan gue Gilang Fardes Pratama yang tentunya makin ganteng aja setiap hari (jijay lo, lang!) AH DIEM LU!! Baik teman-teman sekalian yang gue yakin pada JOMBLO, DAN SEKARANG LAGI GALAU KARENA INI ADALAH MALEM MINGGU! Apakah anda letih dengan kesendirian anda? Apakah anda sering bingung kok gue ngga laku-laku ya? Apakah anda sedih hidup sendiri? Apa iya? Iya pasti iya kan? NGAKU!

Tidak bisa dipungkiri memang sih yang namanya hidup sendiri itu ada enaknya. Tapi pernah ngga kalian ngerasa pas lagi duduk sendirian tiba-tiba BZZZZZ kayak ada angin yang tiba-tiba berembus (halah, paling kentut elo lang!) bukan bego! Tiba-tiba kalian sadar bahwa kalian sedang sendiri dan ngerasa agak kesepian gitu. Nah itu dia permasalahan yang sering dihadepin sama para jomblo sejati, kadang mereka kan butuh ditemani oleh seseorang yang melebihi sahabat: yaitu pacar.

Nah itu juga masalahnya (gile lang masalah elu banyak banget dah!). Masalahnya gue sekarang aja lagi ngga punya pacar, gebetan aja jarang-jarang, yang mau lebih jarang lagi. Oke positip thinking, diluar sana mungkin sebenernya banyak yang mau sama kita. Cuman sebagai manusia kita mungkin hanya terbatas oleh ruang dan waktu yang menyebabkan kite stuck disatu titik aje, akibatnya kite sering sulit untuk moving on atau mencari yang laen. Ye nggak? Mungkin aja kite emang belom dipertemukan, ye nggak? Ye nggak? (Ape kata babe elu dah!!!).

Oiya kemaren gue baca-bacain statusnya Kak Pocongs yang isinya begini:

Oke, awalnya sih ngasih semangat..


Tapi..
Beberapa menit kemudian dia buat status ini:
Gila!Dasar setan dah lu!

Buat yang pada nanya, sebenernya sosok yang menurut gue pas itu kayak mana nah gue mau bocorin dikit nih. Sebenernya gue kepingin punya cewek ntu yang nggak kurus dan nggak gendut ya sedeng-sedeng ajalah, rambutnya panjang (gue suka yg agak pirang lhooo), umurnya ngga jauh dari gue (yaiyelah! Masa nenek-nenek!), berwajah imut, lucu, dan sedap dipandang. Nah kira-kira begini nih:


Kamyuuuu imut sekali, swip..

Busyet dah lang pantesan ya elu kagak laku-laku. Nah, disini gue punya beberapa tips buat kalian para jomblo naas yang sekarang lagi sendirian. Mangkanya cari pacar booo, kalo udah ketemu yang mau ya jangan ditolak (Ebusyetdah! Emang elu pernah ditolak lang?) Iye dah basing elu cong.

1. Get your life, man! Go to dufan and have fun. Maksudnya bukan pergi ke dufan, yang gue maksudkan disini adalah kalian kadang harus keluar dan menemukan kembali bagian diri kalian yang hilang gara-gara ngejomblo, yap have fun tah kemana gitu! Sana pergi gih! Hus hus hus! Nah dengan begitu kan kalian bisa lupa dengan nasib kalian yang gue tau emang ngenes banget deh. Kayak di salah satu program yang pernah gue tonton di tipi, yang orangnya itu melakukan perjalanan keliling ketempat yang belum pernah dia datengin (Ini bukan acara Panji Sang Penakluk lho, bukan!).

2. Jangan sering sendirian. Sebagai jomblo gue percaya penderitaan kalian emang udah cukup amat sangat berat, jangan ditambah lagi dengan penderitaan yang lain gara-gara lo sendirian terus kesambet setan. Apalagi kalau malem hari, selain setannya ngga kenal kompromi, kadangan malem hari juga bisa membuat perasaan jadi galau. Sampe sekarang pun gue ngga ngerti apa korelasinya antara malem hari dan perasaan hati. Kalo nggak percaya buka deh Timeline twitter antara pukul 11 malem sampe jam 3 pagi, dipastikan Tweet-tweetannya dipenuhin curhatan hati. “Oh nggak punya Twitter toh!? Sana buat!” (gile sombong amat sih lo! CUUH CUIH!).

3. Do your distraction and be happy. Nah ini yang paling gue suka! Kalo kalian emang masih sendiri dan emang masih berusia muda, ya lakukan sesuatu yang paling anda senengin, BERKARYALAH! Kawan. Daripada kalian terus meratapi nasib mending  kalian alihkan energy tadi untuk melakukan sesuatu yang berharga yang bisa membuat anda dihargai orang lain daripada nggak kerjaan terus bengong, yang ada ujung-ujungnya elo bakalan kesambet lagi! Yaelah udah jomblo nyusahin lagi. Kalau kalian emang suka nulis ya buat aja tulisan, kalo kalian suka ngegambar ya ngegambar aja sono, kalo kalian suka masak ya buat makanan (lumayan lho siapa tau bisa buka lesehan kan?), kalo kalian seneng buat video ya buat gih sono terus masukin YouTube (wis pidio apaan nih, lang?). Secara pribadi, gue kalo lagi sendirian biasanya ya duduk didepan laptop terus brosing sampe berjam-jam atau kadang gue juga bersepeda ria, sendirian. DO SOMETHING TEMANS! Hari gini kalo kerjaannya cuman tidur doang mah yang ada kalian bakalan terus MENGGENDUT dan sulit dapet pacar! Hah mampus deh lo! Huehehehe..

Uploaded From BabiBerry® smartphone dari atas sepedah..

4. Jadi guru, jangan menggurui. Oke secara tersirat kalimat ini gue maksudkan agar kita jangan selalu merubah orang seperti yang kita inginkan, kadang kita harus merubah sikap kita sendiri, kira-kira apa sih yang salah dengan diri kita ini. Jangan salah lho.. yang namanya jomblo itu bukan karena nasibnya yang jelek. Ngerti sih mungke lu nggak enak diliat, tapi ada yang lebih penting dari itu. Ini bukan masalah nasib atau muke yang ngga enak diliat. Masalahnya ada pada DIRI SENDIRI. Kadang sebelum kita melihat orang, kita harus berkaca dan merubah apa-apa yang ada didalam diri. Mungkin aja saat sedang kumpul-kumpul kita terlalu mendominasi pembicaraan, terlalu banyak omong hal-hal yang ngga penting. Sehingga orang disekitar kita ngga nyaman dan ngomong, ‘ih apaan sih ni orang.. jijay deh’. Nah itu artinya elo musti berubah (ELO JUGA TUH LANG!). Well, emang sih kita semua pengin didenger atau dihargai, mankanya kadang kita harus lebih menggunakan “DUA TELINGA KITA” daripada “SATU MULUT YANG BESAR”. Kurangin ngomong yang nggak penting dan dengarlah saat orang lain berbicara, karena gue yakin saat kita menjadi pendengar yang baik orang akan nyaman di dekat kita. Enggak jarang loh TEMEN CURHAT jadi PACAR.

5. Udahan ah.. capek boo, wong gue aja jomblo! Bukan karena nggak laku, cuman lagi males pacaran aja lagi mikirin UN dan SNMPTN booo! “Tapi kadang pacaran kan bisa jadi injeksi semangat, lang? AH NGELES AJE LU!!” (Iye iye basing ape kate jigong elu dah!).

***

Setelah membaca uraian-uraian diatas saya harap kalian bisa sedikit tertawa dan membuka dua mata kalian. Yak jangan ngarep lebih deh abis baca tulisan gue langsung dapet pacar, KAGAK BAKAL! Huehehe. Buat kalian yang sekarang udah punya gebetan, yah ditembak aja toh mas! Nunggu apalagi coba? Yang ada gebetan elu dipatok burung dah. Jangan pernah memikirkan hal-hal buruk sebelum kalian nyoba. Ditolak? Yah dikejer terus atuh kang, sampe elu bener-bener malu dan risih hehehe. Dan buat teman-teman yang berpacar, ketahuilah bahwa hubungan pacaran yang dipamerkan akan menyebabkan kami para jombloers terluka. Kalo punya pacar juga jangan terlalu posesif dan mencintainya secara berlebihan sebelum hubungan itu disahkan dengan dua buah tanda tangan di depan penghulu nanti. Karena kalo terlalu sayang dan putus, nyakiiiiiiiiit bo. Apalagi baru sehari pacaran diputusin, amit-amit deh.

Ke-kancut-an Yang Membahagiakan Ini..

WHAAAAAT'S UP!!!! (kaget ngga?)

Apa kabar saudara-saudara sekalian, teman-teman sekolah, teman-teman bermain dan teman-teman sejombloan yang gue yakin emang ngga bakalan laku-laku!! Mangkanya CARI PACAR dong, payah ah!

"LAH, emangnya lo punya pacar lang?"

AH diem lu! Oke seperti kalian ketahui, banyak banget keunyu-unyuan yang terjadi sama gue selama libur lebaran kali ini. Sebenernya banyak banget yang mau gue tulisin buat kalian semua tentang semua yang gue lakuin selama liburan lebaran kali ini. Seharian gue ngerem aja dirumah ngga ada yang dikerjain kecuali ngurusin mahluk jadi-jadian yang emang tinggal dirumah sini (baca: adek gue). Sambil seharian juga ngerubah-rubah tampilan dan nama blog gue. Sambil ngeditin avatar buat gue tarok didalem Twitter gue ini.  Yap beginilah nasib seorang fakir asmara yang merana. Ahhhh beginilah saya merana menikmati kesendirian yang menghujam hati  (gimana bahasa gue? apakah cukup membuat kalian kepingin muntah?)

Kecuali, kalo ada temen-temen yang ngajak maen mungkin gue bisa sedikit melupakan tentang kesendirian itu tadi. Lupa sih sekitar beberapa jam.. tapi yaudah udah gitu pasti bingung lagi kalo didalem rumah sendirian dan duduk diruang tengah ngga ada kerjaan, apalagi kalo malem-malem pasti makin galau deh.

Nah suatu keberuntungan pada hari minggu kemaren gue diajakin sama temen-temen SD gue yang gue sendiri kayaknya ngga pernah kenal dengan mereka-mereka semua! Walah ini mah namanya ketemu temen baru kali yah, bukannya ketemu temen lama. Oke setelah sedikit bersiap dengan mandi seadanya dengan air yang seadanya pula gue berangkat ke sekolahan gue dulu (SD).

"Walah kok lo mandi seadanya doang lang? Kan siapa tau ada cewek-cewek cakep tuh?"

AH diem lu demit! Gue kan emang males banget kalo yang namanya keluar hari minggu, karena menurut Badan Analisis Berstandar Internasional (BABI) keluar dihari minggu itu sangat tidak dianjurkan, karena eh karena hari minggu memang disediakan untuk tidur seharian dirumah. Ahhh I Love SundayMorning (lha, itu mah merek baju adek gue).

Nah setelah TAK TIK TUK BRUM CAK CEK PRET dijalanan akhirnya gue pun sampai kesekolahan gue dulu waktu gue masih berumur 8 tahunan dan gue masih imut-imut minta diemut (apanya lang yang mau diemut?). Ah pada ngeres nih kalian, PANTESAN JOMBLO! Well, balik lagi, nah saat gue dateng, gue coba liat orang-orang yang ada disitu dan mencoba untuk menebak kira-kira ini siapa dan itu siapa. Sebagai seorang lelaki normal tentu saja pandangan pertama gue tertuju kepada wanita-wanita yang ada disitu, dan asal kalian tau kalo yang namanya mandangin cewek cantik mah pasti betah deh lama-lama. Ngeliatin cewek cantik booo! Cihuuuy!

Setelah sedikit menunggu teman yang lain datang (sumpah ini lama banget lho nunggunya). Kayaknya mereka semua pada liburan deh, secara suasana lebaran gitu loh atau mungkin juga ada yang lagi diare dirumah kali ye gara-gara kebanyakan makan kue nastar (ini mah pengalaman gue dulu). Nah setelah menunggu dan menunggu akhirnya pada dateng juga nih mahluk-mahluk gaib yang gue engga tau namanya siapa aja.

......
......
......
......
......
......

Nah, setelah lama mengobrol didepan sekolahan kami semasa SD dulu, saling berkenalan lagi, saling bercanda, saling bertukar cerita, ada yang malu-malu anjing, ada yang ketawa-tawa, ada yang nge-jokes, ada yang guling-gulingan, ada yang tawuran, bahkan sampe ada satu orang meninggal lho! (busyet ini temen-temen gue galak amat ye?) Ya kagak lah bego! Pokoknya setelah sekitar 45 menitan stuck (bener ngga ini tulisannya?) disitu, kami akhirnya memutuskan untuk melaksanakan satu tujuan suci: Boker, Eh nyari makan siang.

Dan, akhirnya beberapa gerombol wanita diputuskan untuk diletakkan didalam mobil gue yang tentu saja membuat mobil ini terlihat seperti mobil pick-up yang sedang memuat kambing-kambing untuk dijual, GILA boo penuh benget, sumpek untung ngga bau keytek deh. Dan untungnya lagi yang menebeng didalam ada cewek-cewek yang cantiknya lhoooo, jadi setiap gue ngeliat kebelakang lewat kaca spion yang ada diatas itu (tau kan?) gue pasti berpandangan mata dengan seorang wanita yang menurut gue cantik... *aaaaah pingsan deh. Jadi selagi bisa gue liatin aja tuh kaca sambil pura-pura ngomong, 'AHHHH, ada angkot nih sialan!!" Padahal faktanya, dibelakang sama sekali ngga ada angkot, dan sebenernya ngga ngaruh juga kali, wong angkotnya dibelakang.

Ah setelah beberapa menit, kami sampai ke sebuah tempat yang bisa membuat gue ngerasa nostalgic banget. Tapi tak disangka dan tak dinyana ternyata tempat itu makanannya baru dimasak sore-sore nanti. Ah yaudah deh ujung-ujungnya makan pizza hut (itu apaan, lang?) AH gue juga kagak tau tuh, nggak apa-apa kali ye sekali-kali agak ngeBULE dikit. Well selesai makan dan saling bertukar cerita dan ada yang saling tukeran nomer telpon atau pin BB (pin BB, apaan lagi tuh?) Ah gue juga kagak tau nih! setau gue sih gue sering make BB mereknya Segar Sari atau apa gitu, biar ngga bau badan lohhh!

Acara kumpul kebo dilanjutkan dengan acara jalan-jalan ketempat yang belum pernah (maklum, ada orang jakarte juga lho booo). Nah sebenernya segala ke-kancut-an dan ke-kampret-an sudah mulai tercium dari awal, gara-gara pertanyaan simpel: "lha ini kok ngga sampe-sampe yah?" . Sebenernya sih gue bodo amat mau kaga sampe-sampe, yang penting kan gue bisa ngobrol dengan cewek-cewek cantik wooohooo! mereka, jelas yang utama karena mereka adalah betina.

Sejujurnya sih gue emang udah capek nyetir karena emang jalannya itu JAUUUH! Ya sebenernya sih gak jauh, cuman jalannya muter doang kayak gini:

Punya Dora Nih Gue Colong



..DAN
Semua ke-kampret-an ini disebabkan oleh orang gila ini:
Diyee Mantannya Ranger Pink Lhoo..

Dia yang mimpin jalan yah gue ikut aja, secara kan emang gue dongo banget kalo masalah nyari jalan. Dan gue liat langit, terus gue diberakin burung ternyata udah hampir maghrib, yaudah deh kayaknya tuh cewek-cewek udah pada minta dibalikin deh kerumah. Cuman sebentar, tapi kerasa banget buat gue karena emang mulangin sekitar 4-5 orang itu kerasa jauh banget, mana rumahnya jauh-jauh lagi. Dan saat gue liat jarum penunjuk bensin, entah kenapa gue rasakan sebuah pom bensin melambaikan tangannya seakan memanggil gue untuk datang kesana, tapi naasnya gue ngga bawa duit lebih! Kancut! Dan gue pun pulang, sempet ditanya ini itu deh sama nyokap, AH kancut!

***

Well, sebenernya ada beberapa hal penting yang bisa kalian petik dari pengalaman gue tadi:

JANGAN LUPA MANDI DAN KERAMAS, Kalau berpergian jauh ataupun dekat, apalagi kira-kira elo bakalan ketemu cewek yang imut-imut serta lucu, sebaiknya mandi dulu yang bersih. Ini penyakit banget nih yang namanya males mandi, lo coba deh buat mandi minimal seminggu sekali deh dan lebih baik lagi mandilah 2 kali sehari. Jangan lupa keramasan juga lho kalo ngga mau ketombe kamu yang segede-gede kecoa itu keliatan.

CARI PACAR DARI SD, Nah ini dia masalah klasik kalo ketemu temen-temen lama. Pasti salah satu dari teman kalian akan ngomong gini: "Coba deh gue pacarin dulu pas dia masih SD!"  Nah suruh siapa juga ngga lo pacarin dari dulu! Kesemsem kan liat dia sekarang! Mampus deh, mangkanya walaupun dia dulu ngga cantik-cantik amat siapa tau gedenya cantik. Terus dia udah punya pacar! Beh nyesel kan elo masih ngejomblo aja! Rasain tuh. (Lah emangnya lo bisa ngomong gitu mraktekkin lang?)

***

Oke deh udahan dulu ah, gue mau mandi dulu nih!
Muach dadah!

Happy Eid dan Belajar Hidup Dari Film "SAW"

Hail yah!
Salam jumpa lagi teman-teman sekalian yang pastinya tetep setia ngejomblo dan gue yakin ngga bakalan laku-laku. Gue ingin mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1 syawal 1431 H buat kalian semua melalui notes ini dan satu lagi pesen gue yang baru merayakan lebaran hari ini, semoga Tuhan mengampuni kesalahan kalian dan kalian kembali kejalan yang lurus di tahun-tahun berikutnya. Ya ya ya makasih, gue tahu seharusnya kalian lah yang minta maap atas dosa-dosa terkutuk kalian ehem eh? salah ngomong yah? oke deh, ane minta maap lagi. Well oke, gimana nih lebaran kalian kemaren dan tadi siang? Pada bahagia kan? Emmm gue tau deh pasti banyak teman-teman jomblo ngenes yang merasa iri melihat saudara-saudaranya dibawain lapis legit dari sang pacar, iya kan? Pasti deh iya? Halah ngaku deh, iri kan sama mereka? Sabar saja, teman.. Semuanya sudah diatur kok, memang kadang nasib aja yang jelek kalo kalian belum mendapatkan pacar.. atau bisa juga dikarenakan tampang yang jelek.

Nah terlepas dari nasib-nasiban tadi, menurut gue enggak banyak yang berubah dari lebaran-laebaran kemaren. Gue tetep enggak dapet duit walaupun udah masuk-masuk kerumah saudara. Pokoknya, gue ngerasa cemen deh sama anak-anak kecil yang gue liat dijalan sambil megangin uang, apalagi kalo anak kecilnya botak (mengingatkan gue pada sosok tuyul).

Dan kemaren juga pas lagi keluar gue sempet disamperin ibu-ibu yang gue sendiri engga tau namanya.

Nyonya X: Eh hay, eh halo..
Gue: Eh eh iya buk, kenapa?
Nyonya X: Eh kamu yang sekarang KERJA di PERKEBUNAN KELAPA SAWIT itu kan?
Gue: Hah? Apaan? Eh eh enggak kok buk, saya masih SMA.
Nyonya X: Astaghfiruuulllahhh!

Alamak, busyet dah. Gue ngga pernah ngerti deh, emangnya muka gue setua itu tah? Sampe-sampe pas lagi jalan gue disamperin ibu-ibu yang ngira gue udah kerja. Sebenernya gue pengen langsung bilang aja, 'Eh iya buk, sekarang saya kerja disitu dan saya juga punya rumah di daerah Pondok Indah, buk. Ibu punya anak wanita yang siap dikawinin?'  Kan lumayan tuh, kalo-kalo aja si ibu tadi punya anak cewek yang siap untuk dikawininkan, gue pun udah siap merubah nama gue menjadi Susanto Atmadjoyo (gue sendiri engga tau apa maksudnya).

***

"Most people are so ungrateful to be alive."
-Jigsaw

Well oke, beberapa hari belakangan tepatnya dua hari sebelum lebaran. Gue menghabiskan waktu dengan menonton salah satu serial horror yang terkenal "SAW". Yep, gue tonton abis dari yang pertama nyampe yang keenam. Film yang bercerita tentang potongan-potongan drama sadis yang dilakukan oleh seorang kakek tua bernama John Kramer . Sebenarnya bukan membunuh, si kakek hanya bermain dengan calon korbannya dengan aturan-aturan tertentu sampai si korban mati terbunuh sendiri, bukan dibunuh. Tau kan maksud gue? Ah tau dong pasti. Saran dari gue, kalo mau nonton film ini sebaiknya urutan dari yang pertama, karena semua film berhubungan. Engga bakalan nyambung deh kalo kalian nonton yang ini dulu atau yang itu dulu, kecuali kalian benar-benar pintar, bukan hanya mengaku pintar. 

Terlepas dari usus yang keluar-keluar atau darah yang muncrat dari mana-mana. Sadis. Maniac. Gila. Atau apapun pendapat kalian tentang film ini, yang jelas ada beberapa pelajaran yang gue ambil dari film tersebut. Menurut gue cukup luar biasa bagaimana sebuah film bergenre horror mempunyai sesuatu yang sangat berharga bagi kehidupan kita. Beda banget sama film horror dalam negeri yang menurut gue about nothing banget.

Here goes!

Menghargai hidup, bersyukurlah! Ini yang paling gue suka, ada satu dialog yang paling terkenang buat gue yang diucapkan oleh sang tokoh utama John Kramer alias Jigsaw, "orang yang tidak menghargai hidup, tidak pantas untuk hidup". Lalu apa? Kebanyakan korban Jigsaw adalah orang yang enggak menghargai hidup dan gak bersyukur. Beberapa korbannya adalah dokter selingkuh, perokok, junkie (pemakai), ataupun sejenis jablay. Jigsaw sendiri seorang pengidap kanker dan kehilangan anaknya sebelum dilahirkan. Itulah alasan kenapa dia melakukan sejenis "permainan" atau "tes" kepada korbannya yang engga pernah bersyukur akan kehidupannya atau orang-orang yang udah putus asa atas kehidupannya. Jigsaw seakan memberi tahu korbannya bahwa "mati itu ngga enak"  Dia memberi tahu kita bahwa ada yang banyak hal berharga diluar sana yang bisa kita usahakan daripada sekedar menangisi kehidupan. Tuh kan gue bilang apa? Walaupun kalian semua seret asmara tapi kalian harus bersyukur!

Tepati janji, pegang omongan. Setiap korban yang berhasil ngelewatin permainan yang diberikan si korban selalu dijanjikan kesempatan kedua untuk hidup, setidaknya untuk memperbaiki kehidupannya. Hebat deh, sesadis apapun permainan si Jigsaw ini, dia ngga bakalan yang namanya maen licik dengan cara membohongi korbannya yang berhasil lolos.

Hidup adalah pilihan. Ini maksudnya bukan pilihan kalian mau jadi laki atau perempuan, karena jenis kelamin itu adalah takdir. Kalo laki yah laki aja! Jangan NGONDEK, ngga tau kalo ini emang bawaan deh. Oke back to the main topic. Sebelum mulai bermain, Jigsaw pasti menanyangkan sebuah rekaman video yang berisi suara dia yang selalu diakhiri dengan kalimat, "...live or die, make your choice". Jadi korban harus bisa milih antara hidup mati, walaupun kadang pilihannya sama-sama sulit. Begitu pula dalam kehidupan kita, kita harus memilih yang paling bagus diantara yang bagus-bagus, apapun itu dan kayak kalimat LIVE or DIE tadi, kalo kita salah dalam menentukan pilihan, kita mungkin akan bener-bener mati.

Jangan terlalu berobsesi. Punya obsesi atau mimpi itu harus. Tapi jangan terlalu berlebihan juga. Di film diceritakan seorang polisi yang punya obsesi tinggi untuk menyelamatkan semua korban.. tapi pada akhirnya dia sendirilah yang terperangkap dan mati, ngenes banget men. Oke gue udah sering bilang kadang kalo mimpi kita ketinggian, jatuhnya bakalan sakit. Maka dari itu kadang dalam kehidupan kita harus bersikap realistis dan benar-benar sadar akan kemampuan diri yang kita punya. Jangan pernah kita berusaha untuk merubah diri kita menjadi orang lain yang kita anggap "sempurna". Jadilah diri sendiri! Dan ingat, jadikan mimpi sebagai pemacu semangat untuk mendapatkan yang terbaik, bukan untuk mendapatkan segalanya. Pokoknya inget deh! Kalo mimpi jangan ketinggian, ntar jatoh!

***

Ah udahan dulu deh, mata gue udah pegel. Kayaknya si kopi hitam juga udah abis nih. Buat lagi aaah..

Aaah Si Kopi Hitam



Oiya satu hal yang ngga pernah gue ngerti dari film Saw adalah, kenapa coba tiap mau nyulik orang, si Jigsaw pasti make topeng BABI? Ah, menurut gue itu bisa menurunkan mwibawa seekor babi, dan menurunkan reputasi babi yang terkenal imut-imut dan menggemaskan <-- Oke disini terlihat sekali kalo gue seakan memihak kaum babi. Oke gue juga sempet takut-takut kalo diculik sama Jigsaw yang menyamar dengan topeng itu terus diajak "maen". Beberapa kali gue kaget pas kacaan, mengira itu adalah Jigsaw yang make topeng babi, eh ternyata itu muka gue toh.. Walah kok gitu banget yah?

Pyiiuuuuhh oke goodbye!
Happy eid semua :)

Be Ready, GUYS!

Barusan aja gue membaca lagi semua isi notes facebook dan blog gue. Yang pernah gue tulis sekitar 3 atau 4 bulanan yang lalu. Which is itu udah lama banget menurut gue. Tapi entah kenapa 4 bulan terasa berlalu begitu aja seakan kita sebagai manusia memang telah dirancang untuk terus selalu berlari dan enggak peduli dengan apa yang pernah terjadi dimasa lalu. Ya, pada akhirnya seberat-beratnya masalah yang pernah kita alami pasti kita akan bisa melupakannya atau seenggaknya pura-pura tidak ingat akan masalah itu. Dari beberapa tulisan yang gue post di blog ternyata postingan yang inilah yang cukup sering dibaca. Post yang ini enggak pernah gue tuliskan di notes facebook sebagaimana postingan-postingan yang lainnya (dengan berbagai alasan). Waktu gue ngebaca lagi tulisan gue yang itu gue bener-bener ngerasa ada sesuatu yang aneh seakan-akan gue kembali lagi kemasa-masa itu dan jujur deh gue baca tulisan itu sambil merem-melek, oke merem melek karena tiap gue baca per paragraf pasti gue akan tutup mata sambil teriak dalem hati, "ANJRIIIT ini gue tah yang nulis!". Sumpah deh, bener-bener aneh seakan-akan gue terlalu jujur dalam tulisan yang satu itu.

Begitu juga dengan postingan-postingan yang lainnya, dimana perasaan gue bener-bener campur aduk saat membacanya lagi. Antara aneh, lucu, ngakak, dan sedih sendiri. Padahal semua postingan yang ada bener-bener gue buat sendiri, tapi tetep aja ada perasaan malu-malu anjing saat ngebacanya.

Yah mungkin itu juga salah satu alasan gue dan berjuta-juta orang lainnya membuat sebuah tulisan: untuk merasakan hidup dua kali. Merasakan lagi disaat manisnya hidup sedang kita jalani. Merasakan lagi apa yang pernah kita lakukan waktu itu. Merasakan lagi momen-momen indah bersama orang yang teristimewa. Serta juga merasakan lagi patah hati yang pernah kita rasakan disaat-saat tertentu. Merasakan lagi kesedihan yang pernah membuat kita sampe mengais tanah lalu membuat kita ingin mengubur diri didalamnya. Yah, itu semua gue rasakan walaupun ada sesuatu yang lain yang gue rasakan. Sesuatu yang enggak sama persis saat semua kisah itu baru aja terjadi. Misalnya aja ada momen dimana gue benar-benar merasa sedih dan cengeng, lalu saat itu gue menuliskannya. Ya, saat itu gue benar-benar sedih. Tapi setelah sekitar beberapa bulan lewat dan gue membaca tulisan waktu itu gue gak merasakan lagi kesedihan yang sama dengan beberapa bulan yang lalu, gue malah ketawa geli dan ngakak kecil didalam hati untuk menertawakan kegoblokkan diri gue sendiri.

See? Pada akhirnya sebuah tragedi paling sadis pun akan menjadi komedi yang manis jika sang waktu telah bicara. Hati yang pada awalnya hancur berkeping-keping pun akan kembali utuh secara perlahan seiring waktu yang berjalan. Sesuatu yang buruk pun akan menjadi indah seakan waktu yang berjalan. Entah kenapa seakan-akan sang waktu adalah sesuatu yang amat egois yang selalu bicara didalam segala momen.

Jujur gue sangat tidak menyukai ungkapan orang-orang yang baru putus yang mengatakan, 'Aku enggak akan pernah melupakanmu, aku akan terus ada walaupun kita enggak bersama'' Menurut gue itu omongan gombal paling munafik. Karena gue percaya disaat waktu telah berputar dan terus berlari semua kata-kata barusan sama sekali enggak ada artinya lagi. Karena disaat kita sudah memulai suatu hubungan yang baru, kita pasti akan mulai melupakan tentang hubungan yang lama, dan selama hubungan yang baru itu terus terjalin kenangan manis dengan yang lama pun lama-lama akan pudar atau bahkan terlupa. Ya itulah manusia yang menurut saya memang dirancang untuk terus berjalan kedepan.

***

Bicara soal waktu, ternyata LEBARAN ITU SEBENTAR LAGI WOY!! Tuh kan bener, semesta memang bergerak dengan kecepatan yang enggak terkira dan sebagaimana kebiasaan klasik masyarakat, pasti lusa ngomong gini --> "Wah, 1 bulan engga berasa banget ya, besok udah lebaran aja!" Padahal waktu puasa tiap jam ngeluh haus + laper.

Nah oke deh, sekian dulu post singkat dari gue. Ingat, kawan! Jangan pernah sia-siakan waktu kalian yang berharga. Di depan sudah ada mahluk besar yang menunggu, yang dinamakan SNMPTN yang siap menerima kalian atau menendang kalian masuk kedalam jurang. Jadi siap-siaplah, mari kita mulai belajar dari sekarang. Ingat: semesta bergerak dengan kecepatan yang enggak terkira.

*belajar dulu ah woof*

I Love Us

This is not about YOU and ME, it's all about US.


Tentang kisah kita yang tak pernah terwujud indah..
Tentang cerita kita yang belum ada penutupnya..
Tentang seorang pria,
yang jatuh cinta kepada seorang wanita..

Tapi..
Seperti kisah drama lainnya, sang wanita tidak pernah cinta..
Akankah aku bisa membuat sebuah chapter dibukuku yang berjudul TENTANG KITA?
Ataukah kau akan melukis kisahmu sendiri.. bersama orang lain?

Tentang Perpisahan, Bukan Kematian

Hail yah readers! What's up? Selamat mudik buat teman-teman yang mau mudik dan tentu saja selamat mencari pahala di titik-titik akhir bulan ramadhan ini, dan buat yang belum beli baju baru atau sepatu baru buruan beli, jangan maling di masjid yah dan sekalian buat para jomblo ngenes tetap semangat yah, terus maju dan coba lagi walaupun resikonya... gagal lagi. Oke itulah hidup, teman. Adakalanya kita merasa masalah kita lah yang paling berat, adakalanya kita merasa sendirian menghadapi masalah tadi, adakalanya kita merasa dikhianati teman-teman kita, adakalanya kita merasa diri kita lah yang paling kesulitan saat itu. Tapi itu semua hanya sudut pandang kita saja, dibutuhkan mata yang sehat untuk melihat sebuah masalah dari sudut pandang yang berbeda sehingga masalah itu bisa kita atasi, bukan kita lewati.

***

Kali ini saya ingin membicarakan tentang sebuah perpisahan, bukan kematian. Yaitu perpisahan dari sebuah hubungan yang absurd antara dua manusia (beda jenis tentu saja).

Perpisahan, sebagaimana kematian, adalah hal yang paling dihindari manusia. Padahal sama seperti pertemuan dan kelahiran, kedua sisi itu melengkapi bagai dua muka dalam satu koin. Hadir sepaket tanpa bisa dipisah. Seberapa lama jatah kita hidup, kita tidak pernah tahu. Yang jelas, kita selalu berjuang setengah mati untuk bisa menerima mati.

Saya sempat termenung melihat salah satu adegan dalam sebuah film di mana seekor kijang berlari sekuat tenaganya hingga pada satu titik dia begitu berpasrah saat digigit oleh harimau, menghadapi kematiannya dengan alami. Adegan yang tadinya begitu mencekam akhirnya bisa berubah indah saat kita mampu mengapresiasi kepasrahan sang kijang terhadap kekuatan yang lebih besar darinya. Persis bagaikan kijang yang berlari, manusia dengan segala macam cara juga menghindari kematian. Orang yang sudah tidak berfungsi pun masih ditopang oleh segala macam mesin agar bisa hidup. Perpisahan tak terkecuali. Kita pasti akan berjuang habis-habisan untuk bertahan terlebih dahulu. Namun, sebagaimana kijang yang akhirnya berlutut pasrah, sekeras-kerasnya kita menolak kematian dan perpisahan, setiap makhluk bisa merasakan jika ajal siap menjemput, jika ucapan selamat tinggal siap terlontar. Dan pada titik itu, segala perjuangan berhenti.

Dalam semua hubungan, kita bisa saja menemukan 1001 alasan yang kita anggap sebab sebuah perpisahan. Namun saya percaya, penyebab yang paling mendasar selalu sederhana dan alami: memang sudah waktunya. Hidup punya masa kadaluarsa, hubungan pun sama. Jika tidak, semua orang tidak akan pernah mati dan semua orang tidak pernah ganti pacar dari pacar pertamanya. Kita bisa bilang, putusnya hubungan A karena dia selingkuh, karena bosan, karena ketemu orang lain yang lebih menarik, belum jodoh, dan masih banyak lagi. Padahal intinya satu, jika memang sudah waktunya, perpisahan akan menjemput secara alamiah bagaikan ajal. Bungkus dan caranya bermacam-macam, tapi kekuatan yang menggerakkannya satu dan serupa. Tentu dalam prosesnya kita berontak, protes, menyalahkan ini-itu, dan seterusnya. Namun hanya dengan terus berproses dalam aliran kehidupan, kita baru menyadari hikmah di baliknya.

Jadi, semua faktor yang selama ini diabsahkan orang-orang sebagai penyebab perpisahan (orang ketiga, KDRT, tidak dinafkahi, dan lain-lain) menurut saya sebenarnya adalah gejala yang terlihat, bukan penyebab. Sama halnya batuk sebagai gejala penyakit flu. Batuk bukan penyebab, tapi gejala penyakit yang terlihat. Kita sendiri tidak bisa melihat virusnya, cuma merasakan akibatnya, yakni batuk atau beringus. Tapi seringkali kita tertukar memilah mana efek dan mana sebab, hanya karena efek yang terlihat lebih mudah dijelaskan. Alasan sesederhana “memang sudah waktunya” dirasa abstrak, teoritis, filosofis, dan mengada-ada.

Fate atau destiny, menjadi cara manusia menjelaskan apa yang tidak bisa dijelaskan. Perpisahan pun sama hukumnya. Meski sepertinya keputusan berpisah ada “di tangan kita”, tapi ada sesuatu kekuatan yang tidak bisa dijelaskan, hanya bisa dirasakan. Perpisahan itu terjadi begitu saja dan bahkan dua manusia yang menjalani hubungan tadi tak pernah mengerti 100% mengapa sebuah alasan untuk berpisah itu datang, barangkali kita cuma bisa tahu sekian persennya aja. Tidak mungkin diketahui semua. Apalagi dimengerti. Sama halnya kita tidak tahu persis kenapa dulu kita bisa bertemu dengan sang dia. Dan disaat itulah anda mulai menyadari bahwa konsep "berpacaran" atau "menikah" tadi lebih baik disudahi sampai di sini. Anda mulai menemukan wadah yang lebih kondusif untuk menopang dinamika sebagai dua manusia, yakni sahabat tanpa ada hubungan yang mengikat.

Lalu mau kemana setelah sebuah perpisahan terjadi? Saya tidak tahu. Apakah akan ada penyesalan? Saya tidak tahu. Apa pun yang menanti, itulah konsekuensi, tanggung jawab, dan karma. Pahit atau manis. Tak seorang pun yang tahu. Namun inilah pelajaran hidup yang menjadi jatah bagi kita, dan kita mesti menerimanya dengan senang hati. Kita tidak berdagang dengan Tuhan. Setiap detik dalam hidup adalah hadiah. Setiap momen adalah perkembangan baru. Abstrak? Filosofis? Teoritis? Utopis? Saya sangat mengerti mengapa label-label itu muncul. Kebenaran kadang memang sukar dipahami. Hanya bisa dirasakan. Sama gagapnyan saat kita berusaha mendefinisikan Cinta. Pada akhirnya, kita cuma bisa merasakan akibatnya.

(Dibuat berdasarkan pengamatan, BUKAN pengalaman)